Kompos Menumpuk, Sampah Warga Kembali Menggunung : DLH Setop Sementara Pengolahan

Penghentian sementara pengolahan sampah, dilakukan agar tumpukan baru tidak bertambah sebelum persoalan kompos terselesaikan.

Kompos Menumpuk, Sampah Warga Kembali Menggunung : DLH Setop Sementara Pengolahan
Penghentian sementara pengolahan sampah, dilakukan agar tumpukan baru tidak bertambah sebelum persoalan kompos terselesaikan

INILAHKORAN.ID-Pengolahan sampah organik di RW 03 Kelurahan Pakemitan, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung dihentikan sementara. Ironisnya, penghentian terjadi karena kompos hasil pengolahan belum tersalurkan sehingga menumpuk di lokasi.

Kondisi tersebut, berdampak kepada warga yang kembali menghadapi persoalan pembuangan sampah. Penghentian sementara, juga memengaruhi ketersediaan kompos yang sebelumnya dimanfaatkan masyarakat dari hasil pengolahan sampah organik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto mengatakan, penghentian dilakukan agar tumpukan sampah baru tidak terus bertambah sebelum persoalan hasil olahan sebelumnya diselesaikan.

"Penghentian sementara dilakukan karena tumpukan kompos hasil olahan belum terselesaikan, dan belum disalurkan. Kami tidak menumpuk sampah baru sebelum tumpukan lama beres," kata Darto, Sabtu (22/8/2026).

Menurutnya, persoalan utama bukan pada sampah mentah yang masuk. Melainkan kompos yang sudah dihasilkan tetapi belum keluar dari lokasi. Kompos tersebut, semestinya disalurkan kepada masyarakat atau dimanfaatkan untuk kebutuhan lainnya.

"Benar, kompos hasil olahan yang belum keluar dari lokasi. Harusnya sudah disalurkan ke masyarakat atau pemanfaatan, tapi belum tuntas," ucapnya.

Darto menjelaskan, masih menunggu mitra pengelola yakni Prosignal Karya Lestari menyelesaikan penyaluran kompos tersebut. Setelah tumpukan lama dapat ditangani, layanan pengolahan sampah di lokasi akan dibuka kembali.

"Kami menunggu mitra pengelola Prosignal menyelesaikan penyaluran kompos tersebut. Setelah tuntas, layanan dibuka kembali," ujar dia.

Mempercepat penanganan, DLH telah menurunkan alat berat ke lokasi. Selain itu, teknologi termal juga disiapkan sebagai alternatif apabila proses penanganan tumpukan membutuhkan waktu terlalu lama.

"Sambil menunggu, kami sudah menyiapkan langkah cadangan. Alat berat sudah diturunkan, dan kemungkinan menggunakan teknologi termal untuk mempercepat penanganan tumpukan tersebut jika proses lama terlalu lama," tegasnya.

Sebelumnya, program pengolahan sampah organik di RW 03 Kelurahan Pakemitan telah berjalan dan menghasilkan kompos yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Namun belum tersalurkannya hasil olahan tersebut, kemudian memunculkan persoalan penumpukan.

Operasional Prosignal Karya Lestari sendiri dihentikan sementara oleh DLH Kota Bandung terhitung sejak 1 Juli 2026. Keputusan itu, dituangkan dalam surat tertanggal 29 Juni 2026 dan berkaitan dengan persoalan penumpukan sampah anorganik atau residu.

Darto menegaskan, penghentian tersebut bukan keputusan permanen. DLH memilih menghentikan sementara pengolahan, agar tidak terjadi penambahan tumpukan baru sembari menunggu persoalan kompos dan residu diselesaikan.

"Kami pastikan tidak menambah tumpukan baru sampai masalah itu selesai," tandas dia.***


Editor : JakaPermana