Fakta Pengeroyokan Matel di Kalibata, Diserang Lebih dari 50 Orang

Menurut keterangan polisi aksi pengeroyokan terhadap matel di Kalibata melibatkan lebih dari 50 orang.

Fakta Pengeroyokan Matel di Kalibata, Diserang Lebih dari 50 Orang
ilustrasu pengeroyokan

INILAHKORAN.ID - Polisi terus memburu para pelaku pengeroyokan brutal terhadap seorang penagih utang atau mata elang (matel) di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Kamis (11/12).

Insiden tersebut bukan sekadar keributan kecil, melainkan serangan besar-besaran yang melibatkan puluhan orang.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengungkapkan bahwa pengeroyokan tersebut menewaskan satu korban dan menyebabkan satu matel lainnya mengalami luka berat.

“Kejadian pengeroyokan yang menyebabkan satu korban meninggal dan satu luka berat masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.

Dalam perkembangan terbaru, Nicolas membenarkan bahwa sekitar 80 hingga 100 orang datang secara berkelompok dan turut melakukan serangan. Jumlah massa yang begitu besar membuat situasi sulit dikendalikan dan memicu kerusakan di sekitar lokasi.

“Jumlah massa yang datang sekitar 100 orang. Mereka merusak sejumlah warung dan motor milik ojek online,” jelasnya.

Perkelahian itu bermula dari dua kelompok yang saling menyerang, sebelum kemudian meluas menjadi pengeroyokan yang berujung maut.

Nicolas menuturkan bahwa pihak kepolisian sebenarnya telah mengantisipasi potensi bentrokan. Namun situasi berubah drastis ketika massa dalam jumlah besar muncul secara tiba-tiba.

“Kekuatan yang ada saat itu tidak sebanding karena massa datang sekitar 100 orang dan langsung merusak warung-warung,” katanya.

Untuk mencegah kericuhan susulan, polisi menurunkan pasukan dari Direktorat Samapta Polda Metro Jaya, Sat Samapta Polres, hingga Polsek Pancoran untuk menjaga area sekitar lokasi kejadian.

Menurut Nicolas, kehadiran petugas diharapkan dapat memulihkan rasa aman warga yang melintasi kawasan Pancoran.

“Kami mengamankan TKP ini dan berharap warga tidak khawatir lagi. Silakan beraktivitas seperti biasa, dan kasus ini sudah ditangani Polri,” tegasnya.


Editor : Firda Rachmawati