Pengeroyokan Pelajar Bandung Jadi Alarm, DPRD Jabar Dorong Pesantren Kilat
Insiden dugaan pengeroyokan yang melibatkan pelajar SMAN 2 Bandung terhadap siswa SMAN 5 Bandung memunculkan kritik tajam terhadap sistem pembinaan karakter.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Insiden dugaan pengeroyokan yang melibatkan pelajar SMAN 2 Bandung terhadap siswa SMAN 5 Bandung pada pekan lalu memunculkan kritik tajam terhadap sistem pembinaan karakter remaja di Jabar.
Anggota DPRD Jabar Tedy Rusmawan menilai, momentum Ramadan seharusnya dimanfaatkan secara maksimal oleh sekolah untuk memperkuat pendidikan moral, bukan sekadar menjalankan rutinitas akademik.
Dia mendorong agar sekolah mengintegrasikan program pesantren kilat ke dalam kegiatan belajar selama Ramadan sebagai langkah konkret membangun akhlak siswa.
“Ke depan kami ingin mendorong agar selama Ramadan ketika siswa masuk sekolah, sebagian waktunya bisa digunakan untuk kegiatan pesantren kilat sebagai penguatan akhlak,” ujar Tedy, dikutip Selasa 17 Maret 2026.
Menurut Tedy, pendekatan pembinaan melalui program barak militer yang selama ini dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Barat belum mampu menjangkau seluruh pelajar karena keterbatasan anggaran dan kapasitas.
Untuk itu, dia memandang pesantren kilat sebagai solusi yang lebih inklusif dan mudah diterapkan di lingkungan sekolah, sekaligus relevan dengan nilai-nilai Ramadan.
Tak hanya sekolah, Tedy juga menyoroti lemahnya pengawasan dari lingkungan keluarga. Ia menegaskan bahwa orang tua harus mengambil peran lebih aktif dalam memantau aktivitas anak, terutama di luar jam belajar.
Dengan adanya kebijakan jam belajar malam hingga pukul 21.00 WIB, ia menilai aktivitas siswa di luar waktu tersebut seharusnya berada dalam kontrol penuh orang tua.
“Kalau kejadian seperti ini terjadi sekitar pukul 23.00, berarti itu sudah di luar jam yang seharusnya. Jadi peran orang tua juga sangat penting,” katanya.
Lebih lanjut, dia meminta aparat penegak hukum segera mengungkap kasus ini secara terang benderang agar tidak memicu kecurigaan publik dan menjaga kepercayaan masyarakat.
“Kita berharap penyelidikan ini segera tuntas dan semuanya bisa menjadi terang, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan di masyarakat. Dan tentu kita semua sangat berduka dan prihatin atas kejadian ini,” tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani


