Farhan Dorong Koperssi Rakyat Tumbuh Mandiri Lewar Koperasi Merah Putih

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mendorong kemandirian ekonomi warganya, melalui pembentukan Koperasi Merah Putih. Hingga saat ini, sebanyak 151 koperasi telah terbentuk di berbagai wilayah kota.

Farhan Dorong Koperssi Rakyat Tumbuh Mandiri Lewar Koperasi Merah Putih

INILAHKORAN, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mendorong kemandirian ekonomi warganya, melalui pembentukan koperasi merah putih. Hingga saat ini, sebanyak 151 koperasi telah terbentuk di berbagai wilayah kota.

Wali Kota Bandung, Muhamad Farhan mengatakan, koperasi tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat perkotaan. Khususnya dalam hal pengadaan sembako. Kebutuhan masyarakat kota berbeda dengan di desa, sehingga fokus koperasi pun disesuaikan.

“Kami membentuk koperasi yang bisa diikuti siapa saja. Minimal bisa membantu pengadaan sembako bagi warga sekitar,” kata Farhan, Selasa 22 Juli 2025.

Ia juga menambahkan, ke depan pemerintah kota berencana memilih satu koperasi unggulan dari setiap kecamatan. Dari sekitar 30 koperasi terbaik, nantinya akan dipilih satu koperasi percontohan untuk dilaporkan ke pemerintah pusat sebagai model pemberdayaan ekonomi warga berbasis komunitas.

Berbeda dari model koperasi di desa yang lebih fokus pada distribusi bibit dan pupuk subsidi, Koperasi Merah Putih di kota memiliki orientasi yang lebih komersial. Namun, pihaknya menekankan koperasi ini tidak bergantung pada bantuan pemerintah, baik pusat maupun daerah.

“Modalnya murni dari anggota. Pemerintah hanya memberikan Rp3 juta untuk biaya administrasi pendirian, bukan modal operasional. Tidak ada dana dari pusat dan bukan pinjaman dari bank,” ucapnya.

Struktur kelembagaan koperasi tersebut juga menonjolkan partisipasi warga. Kata ia pemerintah hanya terlibat lewat dewan pengawas yang diisi oleh lurah setempat. Sementara seluruh kegiatan operasional dijalankan oleh anggota masyarakat sendiri.

Inisiatif ini, menurut Farhan merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi warga. Ia menyatakan, pemimpin harus mampu menyelesaikan masalah hari ini tanpa melupakan tantangan masa depan.

“Pemimpin yang baik adalah yang bisa menyelesaikan masalah saat ini dan memikirkan masa depan,” ujar dia. *


Editor : Ahmad Sayuti