Farhan Fokus pada Literasi Finansial dan Pencegahan Judi Online

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menanggapi data terbaru dari PPATK yang menunjukkan tingginya aktivitas judi online di Kota Bandung. Pemerintahan kotadiakuinya tidak hanya akan memberantas praktik judi namun menekankan aspek pencegahan.

Farhan Fokus pada Literasi Finansial dan Pencegahan Judi Online
Mengenai judi online, Farhan menjelaskan bahwa isu ini berkaitan dengan adiksi atau kecanduan sehingga perlu pendekatan terapi dan penanganan khusus. (yogo triastopo)

INILAHKORAN, Bandung - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menanggapi data terbaru dari PPATK yang menunjukkan tingginya aktivitas judi online di Kota Bandung. Pemerintahan kotadiakuinya tidak hanya akan memberantas praktik judi namun menekankan aspek pencegahan.

“Pada prinsipnya kita akan memberantas judi online. Tapi kita juga mesti melakukan pencegahan," kata Farhan, Kamis 20 November 2025.

Ia menekankan, literasi digital di Kota Bandung termasuk yang tertinggi di Indonesia. Namun, ia menyadari bahwa literasi finansial masyarakat masih perlu ditingkatkan.

“Tapi saya khawatir literasi finansialnya belum cukup tinggi, walaupun kita berhasil membangun kampung bebas rentenir dan dapat penghargaan dari OJK tingkat nasional," ucapnya.

Mengenai judi online, Farhan menjelaskan bahwa isu ini berkaitan dengan adiksi atau kecanduan sehingga perlu pendekatan terapi dan penanganan khusus.

“Memang judi online ini bicara soal terapi dan penanganan adiksi atau kecanduan. Ini akan kita pelajari dulu. Nanti bersama Disdik dan Dinkes, berdasarkan laporan survei kesehatan siswa kelas 1 sampai kelas 12 di Kota Bandung. Berdasarkan itu kita akan bikin program, karena pencegahan adiksi judol itu mesti dimulai dari awal," ujar dia.

Selain itu, pihaknya juga menekankan penegakan sanksi bagi aparatur sipil negara (ASN) yang terlibat praktik judi online. “Untuk ASN kalau terlibat judol, sanksi berat. Saya akan lihat seberat apa pelanggarannya,” tuturnya.

Farhan juga berbicara tentang upaya antisipasi agar ASN tidak terlibat, yakni melalui pendisiplinan dan pemantauan kesejahteraan keluarga.

“Pendisiplinan. Pasti kelihatan nanti. Kalau bermasalah, tiba-tiba istrinya ngadu, anaknya ngadu. Dari situ saja. Jadi pemantauan kesejahteraan keluarga itu menjadi salah satu yang penting. Itu sebabnya alat untuk mengukurnya apa? Ini fungsi strategis dari PKK dan Dharma Wanita," ujar Farhan.

Selain itu, ia juga menyinggung soal keamanan situs web pemerintah kota agar tidak disusupi iklan. “Keamanan atau security kita pastikan bersama dengan Diskominfo," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani