Farhan Geram Lampu Dicuri

Farhan Geram Lampu Dicuri
RAWAN DICURI: Suasana di sekitar lampu lalu lintas Simpang Samsat Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (29/9/2026).(ANTARA/RUBBY JOVAN)

INILAH, Bandung - Lampu lalu lintas di sejumlah persimpangan Kota Bandung mendadak tak berfungsi. Gangguan itu bukan semata karena kerusakan teknis, melainkan akibat pencurian kotak pengatur fasilitas lalu lintas.

Dampaknya terasa di jalan. Sejumlah titik, seperti kawasan Tegallega, Patung Ikan, hingga Jalan BKR, sempat mengalami kemacetan setelah lampu lalu lintas tidak dapat beroperasi.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengaku geram dengan aksi pencurian fasilitas umum tersebut. Pemerintah Kota Bandung pun telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menangani kasus itu.

“Sama kepolisian sudah koordinasi dan polisi pasti cepat lah geraknya,” kata Farhan di Bandung, seperti dikutip dari ANTARA, Selasa (29/9).

Menurut Farhan, pencurian fasilitas umum berupa kabel maupun lampu bukan kali pertama terjadi di Kota Bandung. Dia bahkan pernah menangkap langsung pelaku pencurian lampu di jembatan layang Kopo.

Kondisi itu membuat Farhan prihatin. Terlebih, sebagian pelaku pencurian fasilitas umum tersebut sudah berusia lanjut. “Kalau lihat pelakunya ini kasihan, badannya bergetar, tegang saat ditangkap,” ujarnya.

Namun, rasa iba tersebut tidak menghapus persoalan. Fasilitas publik yang dicuri pada akhirnya mengganggu kepentingan masyarakat luas, bahkan dapat memicu kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Ketua DPRD Jawa Barat Asep Mulyana membenarkan adanya sejumlah ruas jalan yang mengalami gangguan lampu lalu lintas akibat pencurian kotak fasilitas tersebut.

“Memang ada aksi pencurian. Oleh karena itu, pengendara harus tetap waspada saat melintas di beberapa jalan,” kata Asep.

Asep meminta Dinas Perhubungan Kota Bandung bersiaga di titik-titik yang lampu lalu lintasnya tidak berfungsi. Kehadiran petugas diperlukan untuk membantu mengatur arus kendaraan sekaligus mengantisipasi kecelakaan. (gin)


Editor : Inilahkoran