Farhan Jelaskan Penataan Ulang Dana Hibah dan Infrastruktur
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan, pemerintah kota tengah melakukan langkah-langkah strategis mencegah krisis sampah yang diperkirakan terjadi pada awal tahun depan. Hal itu disampaikan, saat menjawab pertanyaan terkait evaluasi anggaran.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan, pemerintah kota tengah melakukan langkah-langkah strategis mencegah krisis sampah yang diperkirakan terjadi pada awal tahun depan. Hal itu disampaikan, saat menjawab pertanyaan terkait evaluasi anggaran.
“Kalau terkait evaluasi anggaran, waktu itu saya meminta evaluasi kepada Pak Gubernur agar kami boleh menggeser tambahan anggaran sebesar Rp90 miliar untuk penanganan sampah. Karena jika tidak disetujui, pada tanggal 12 Januari kita akan mengalami krisis sampah,” kata Farhan, Kamis 25 Desember 2025.
Menurut ia, jika masalah sampah tidak segera ditangani. Kota Bandung berisiko menghadapi bencana sampah pada April mendatang. Untuk itu, pemerintah kota memanfaatkan dua minggu terakhir ini untuk memastikan semua permasalahan terkait sampah bisa diatasi secara bertahap.
“Kalau dibiarkan terus, bulan April kita bisa mengalami bencana sampah. Jadi, kita punya waktu dua minggu ini untuk memastikan semua permasalahan sampah sudah ditangani secara bertahap, sehingga dapat mencegah krisis sampah. Itu yang paling penting,” ucapnya.
Selain fokus pada penanganan sampah, evaluasi anggaran juga menyasar dana hibah yang diberikan Pemkot Bandung. dana hibah ini sebagian besar diperuntukkan bagi guru PAUD, SD, SMP, guru swasta dan non ASN. Farhan menegaskan, Penataan ulang dana hibah bukan berarti pengurangan. Melainkan pengaturan distribusi agar lebih tepat sasaran.
“dana hibah ini perlu dijelaskan karena sebagian besar diberikan untuk guru PAUD, guru SD, SMP, guru swasta dan non ASN. dana hibah ini akan ditata ulang. Pak Gubernur menegaskan, bahwa Penataan ulang ini bukan untuk mengurangi dana. Melainkan untuk memastikan distribusinya lebih tepat,” ujar dia.
Selain itu, perbaikan infrastruktur kota juga tengah dievaluasi. Anggaran perbaikan jalan tercatat sebesar Rp170 miliar. Namun jika ditambahkan untuk trotoar, drainase, PJU dan penataan kabel ke bawah, total anggaran mencapai Rp400 miliar. Meskipun hampir mendekati target tujuh hingga sepuluh persen, angka ini belum menyentuh delapan persen sesuai rencana awal.
Farhan menekankan, segala penyesuaian anggaran akan dilakukan dengan koordinasi penuh bersama DPRD. “Kesempatan untuk penyesuaian akan dilakukan saat perubahan anggaran. Semua evaluasi tetap harus dikomunikasikan dengan DPRD,” tandasnya.***
Editor : JakaPermana

