Farhan : Renovasi SLB Wiyata Guna, Gedung Bukan Cagar Budaya
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memberikan, klarifikasi terkait renovasi yang dilakukan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Wiyata Guna menyusul pemberitaan yang menyebutkan adanya kekhawatiran terkait status gedung sebagai cagar budaya.
Kata ia, dalam rapat daring yang diadakan bersama pemerintah provinsi, pemerintah kota dan pemerintah pusat. Disepakati bahwa renovasi yang sedang dilakukan, tidak akan merusak nilai sejarah atau heritage bangunan tersebut.
“Gedung SLB Wiyata Guna memang sudah cukup lama, namun tidak termasuk dalam kategori cagar budaya. Oleh karena itu, renovasi yang dilakukan tetap sesuai dengan ketentuan yang ada dan tidak melanggar regulasi terkait pelestarian cagar budaya," kata Farhan, Selasa 20 Mei 2025.
Selain itu menurut ia, pemerintah juga berencana memaksimalkan penggunaan ruang yang ada di SLB Wiyata Guna. Sebagian ruang yang selama ini kurang dimanfaatkan, akan dialihkan untuk dijadikan sekolah rakyat untuk menyediakan fasilitas pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat.
"Tujuannya adalah untuk memperbaiki fasilitas, dan memanfaatkan ruang secara optimal tanpa mengganggu elemen-elemen heritage bangunan," ucapnya.
Mengenai renovasi, pihaknya menjamin bahwa perizinan yang diperlukan untuk rehabilitasi gedung telah dipenuhi dan prosesnya tetap mengikuti prosedur yang berlaku. Bagi bangunan yang memerlukan tambahan perizinan, pihaknya siap mendampingi untuk memastikan kelengkapan dokumen tersebut.
"Sementara renovasi berlangsung, siswa SLB Wiyata Guna akan dipindahkan ke kelas sementara untuk memastikan proses belajar tetap berjalan lancar. Setelah renovasi selesai, para siswa akan kembali ke gedung yang sudah diperbaiki dan direnovasi," ujar dia.
Farhan menambahkan, meskipun ada rencana untuk menjadikan sebagian ruang di SLB Wiyata Guna sebagai sekolah rakyat. Keputusan lebih lanjut terkait penggabungan siswa SLB dengan sekolah rakyat masih akan dibahas bersama pihak terkait. ***
Editor : Ahmad Sayuti

