Farhan : SPMB 2025 Bandung Diawasi Berlapis, Libatkan Dinas Hingga Aparat

Pemkot Bandung memperketat pengawasan, terhadap proses SPMB 2025 dengan membentuk tim khusus berlapis. Tim ini melibatkan unsur sekolah, Disdik serta tim yustisi yang dipimpin langsung Wakil Wali Kota Bandung.

Farhan : SPMB 2025 Bandung Diawasi Berlapis, Libatkan Dinas Hingga Aparat
Wali Kota Bandung M Farhan

INILAHKORAN, Bandung - Pemkot Bandung memperketat pengawasan, terhadap proses SPMB 2025 dengan membentuk tim khusus berlapis. Tim ini melibatkan unsur sekolah, Disdik serta tim yustisi yang dipimpin langsung Wakil Wali Kota Bandung.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, pengawasan ketat ini bertujuan memastikan proses seleksi berjalan jujur, adil dan bebas dari praktik kecurangan, termasuk jual-beli kursi.

“Intinya, tidak boleh ada jual-beli kursi. Kalau ketahuan, langsung diproses sebagai tindak pidana. Baik yang memberi maupun yang menerima akan diproses hukum,” kata Farhan pada Senin 23 Juni 2025.

Ia menyampaikan, seluruh kepala sekolah SD dan SMP negeri di Kota Bandung bersama panitia SPMB akan menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen menjaga integritas proses penerimaan siswa.

Selain pengawasan internal, pihaknya juga mengajak masyarakat aktif melaporkan jika menemukan indikasi kecurangan. Farhan pun menegaskan, pihaknya bersama aparat penegak hukum siap menindaklanjuti setiap laporan yang masuk.

“Yang terpenting, kami dan pihak kepolisian belum menemukan bukti adanya transaksi. Tapi kalau masyarakat menemukan, segera laporkan. Kami pasti akan tindak lanjuti,” ucapnya.

Sebagai langkah antisipasi kendala teknis, seperti gangguan server saat pendaftaran online. Pihaknya juga telah menyiapkan sistem cadangan untuk menjamin kelancaran proses.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bandung Asep Mulyadi menyambut baik berbagai langkah preventif yang diambil pemerintah. Ia berharap, SPMB tahun ini berlangsung lebih baik dan lebih tertib dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Harapannya, proses SPMB di Kota Bandung tahun ini lebih baik. Sistem domisili seharusnya mempermudah sekaligus memperjelas,” kata Asep Mulyadi. *


Editor : Ahmad Sayuti