Fatayat NU Didorong Jadi Motor Zero Waste
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon mendorong Pengurus Cabang Fatayat mengambil peran strategis dalam mewujudkan Kabupaten Cirebon
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Cirebon- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon mendorong Pengurus Cabang Fatayat mengambil peran strategis dalam mewujudkan Kabupaten Cirebon Zero Waste.
Hal itu disampaikan Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon, KH Aziz Hakim, saat menghadiri pelantikan Pengurus Cabang Fatayat NU Kabupaten Cirebon masa khidmat 2025–2030, Minggu (26/7).
Pelantikan sendiri mengusung tema “Mengokohkan Kepemimpinan Perempuan Fatayat NU yang Mengakar pada Nilai, Tangguh Menghadapi Tantangan Digital” Dalam kesempatan tersebut, Fatayat NU juga menyerahkan bantuan Al-Qur’an Braille kepada penyandang disabilitas sensorik netra melalui Dinas Sosial Kabupaten Cirebon sebagai bentuk komitmen terhadap pendidikan keagamaan yang inklusif.
KH Aziz Hakim mengatakan, Fatayat NU sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama harus terus bergerak sejalan dengan visi organisasi induk sekaligus memperkuat kualitas kader hingga tingkat akar rumput.
“Fatayat harus sejalan dengan visi besar PCNU dan terus memperkuat kualitas kader hingga tingkat ranting agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak Fatayat NU mengambil peran aktif dalam mendukung program pelestarian lingkungan di Kabupaten Cirebon.
“Kami berharap Fatayat dapat menjadi penggerak terwujudnya Kabupaten Cirebon Zero Waste melalui kepedulian lingkungan seluruh kader,” katanya.
Sementara itu, Bupati Cirebon Imron menilai organisasi perempuan memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah.
Dia mengaku pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Untuk itu ia berharap Fatayat NU menjadi pelopor perubahan dan terus berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Cirebon.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami berharap Fatayat NU menjadi pelopor perubahan dan terus berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Cirebon,” ujar Imron.
Pada periode kepengurusan 2025–2030, PC Fatayat NU Kabupaten Cirebon berkomitmen memperkuat kaderisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Rois Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon, KH Wawan Arwani, menegaskan Fatayat NU merupakan organisasi kader yang memiliki peran penting dalam mencetak pemimpin perempuan Nahdlatul Ulama di masa depan.
“Fatayat adalah kawah candradimuka bagi kader perempuan. Karena itu, pendidikan dan pelatihan kepemimpinan harus terus diperkuat agar mampu melahirkan pemimpin yang berdaya dan memberi manfaat bagi umat,” tegas KH Wawan. (maman suharman)
Editor : Inilahkoran

