FBS Kota Bandung Serahkan Bantuan 50 Oksigen Konsentrator

Ketua Forum Bandung Sehat (FBS) Kota Bandung Siti Muntamah Oded melakukan penyerahan bantuan oksigen konsentrator untuk penanggulangan Covid-19, Jumat (27/8/2021).

FBS Kota Bandung Serahkan Bantuan 50 Oksigen Konsentrator
istimewa

INILAH, Bandung - Ketua Forum Bandung Sehat (fbs) kota bandung Siti Muntamah Oded melakukan penyerahan bantuan oksigen konsentrator untuk penanggulangan Covid-19, Jumat (27/8/2021).

 

Bertempat di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA), Jalan KH Wahid Hasyim, kota bandung, fbs menyerahkan bantuan 50 oksigen konsentrator kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) kota bandung

 

"Hari ini kita melakukan penyerahan 50 oksigen konsentrator untuk rumah sakit dan puskesmas. Detailnya, sebanyak 34 diberikan kepada rumah sakit swasta, dan sisanya untuk rumah sakit dan puskesmas milik pemerintah," kata Siti. 

 

Selain oksigen konsentrator, fbs kota bandung, dituturkan dia tengah berupaya memberikan bantuan kesehatan lainnya seperti masker, handsanitizer dan alat pelindung diri (APD). 

 

"Karena kita melihat, kebutuhan masker saat ini masih tinggi meskipun angka bed occupancy rate (BOR) saat ini trennya menurun. Jujur, kita sedikit bahagia kalau melihat situasi ini. Namun begitu, kita harus tetap waspada," ucapnya. 

 

Sementara itu, Kadinkes kota bandung Ahyani Raksanagara mengatakan, ketersediaan oksigen di sejumlah rumah sakit jauh lebih baik bila dibanding satu dua bulan ke belakang. 

 

"Alhamdulillah, dari pantauan kita di lapangan. Ketersediaan oksigen di rumah sakit bisa lebih untuk dua hari. Jadi kita cukup waktu untuk menyiapkan. Kalau di awal kan, biasanya oksigen itu habisnya sebelum satu hari," kata Ahyani. 

 

Dia menyebut angka BOR di kota bandung saat ini berada di angka 25 persen. Sejumlah rumah sakit pun telah kembali mengkonversikan tempat tidurnya untuk melayani pasien non Covid-19. 

 

"Sekarang, tenaga kesehatan (nakes) dan fasilitas kesehatan (faskes) bisa dengan tenang menangani pasien non Covid-19. Kalau dikatakan normal belum. Tapi situasi saat ini sudah menurun dari puncaknya di bulan Juni dan Juli," ucapnya. (Yogo Triastopo) 


Editor : JakaPermana