Fenomena Iktikaf di Masjid dan Motivasi Kebaikan Bagi Anak Usia Dini
Pada 10 malam terakhir Ramadhan, umat berbondong-bondong melakukan itikaf di masjid. Bahkan, anak-anak kecil pun tampak ikut serta.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Maraknya program iktikaf di masjid, tentu tidak terlepas dari nilai yang terkandung di dalamnya. Ibadah berupa iktikaf di masjid pada 10 malam terakhir Ramadhan merupakan sunnah yang dilakukan Rasulullah SAW.
Lantas dalam iktikaf di masjid itu juga ada kesempatan bagi semua orang, mendapatkan satu malam yang dinamakan malam Lailatul Qodar yakni malam yang lebih baik dari seribu bulan seperti yang Allah firmankan dalam Quran surat Al Qodr.
Melihat hal tersebut, Ketua Pokja Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Bandung Sri Wahyuni Solihah angkat bicara. Menurutnya, tidak sedikit orang tua yang membawa anak-anaknya turut melakukan iktikaf di masjid. Bahkan, ada juga yang membawa anak-anak balitanya.
Baca Juga: Ternyata Ini Kasus yang Menyeret Ade Yasin, KPK Amankan 12 Orang
Hal ini, lanjut dia, sebuah fenomena yang sangat menakjubkan, karena ada satu kekuatan yang hadir dalam jiwa orang tua tersebut.
Bisa dibayangkan saat orang-orang mungkin ingin tidur dengan nyenyak, nyaman untuk diri dan anak, dan keluarganya, tapi di sisi lain ada sebagian orang tua yang berjuang keluar dari zona itu, hanya untuk beribadah mengumpulkan kebaikan, agar senantiasa dekat dengan Allah SWT.
"Saya meyakini, dahsyatnya kekuatan itu, hadir dari dahsyatnya pemahaman betapa berharganya iktikaf di masjid ini bagi terwujudnya motivasi kebaikan kelak bagi dirinya dan bagi bagi anak-anak dan keluarganya," kata Sri Wahyuni Solihah, Rabu 27 April 2022.
Baca Juga: Hadits Keutamaan Puasa 6 Hari Syawal, Berpuasa Setahun Penuh
Dia menambahkan, bagaimana tidak, anak-anak, khususnya anak usia dini dapat melihat langsung para orang tuanya melakukan berbagai kebaikan secara maksimal dalam rentang waktu tertentu sebagai penghambaan kepada Tuhan-Nya.
Sehingga, anak-anak terkondisikan dalam lingkungan yang positif, yakni lingkungan dimana rasa kecintaan terhadap kebaikan melalui ibadah ibadah yang dilakukan orang tuanya.
Mereka melihat orang tuanya, melaksanakan shaum, sholat wajib berjamaah, sholat sholat sunnah dengan penuh ketaatan, membaca Alquran, banyak berdoa dan berdzikir dengan penuh pengharapan, mendengarkan kajian kajian, sholat malam dengan penuh kekhusyuan, dan bukan hanya orang tuanya saja yang dilihat oleh anak-anak, tapi seluruh yang beri'tikaf melakukan hal kebaikan yang sama secara serentak.
Baca Juga: Dirut Pertamina Bungkam Usai Berikan Keterangan Ke Dewas KPK
Semua kebaikan itu secara bersamaan dilihat langsung oleh indera anak-anaknya. Yang tentu itu menjadi rekaman kebaikan tersendiri bagi buah hati yang diajak beritikaf, yang pastinya akan berdampak pada perjalanan positif di usia dewasanya.
"Namun, sesungguhnya bukan hanya itu saja yang menjadi perhatian orang tua ketika anak-anak usia dininya diajak iktikaf di masjid, hal-hal terkait pemenuhan hak-hak anaknya pun, tetap harus diperhatikan," ucapnya. (Okky Adiana)
Editor : inilahkoran


