Festival Tunas Bahasa Ibu 2023 Buktikan Dominasi Priangan Runtuh

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud E Aminudin Aziz mengaku tak menyangka, Festival Tunas Bahasa Ibu 2023 yang digelar di Soreang, Kabupaten Bandung tidak hanya menuai antusiasme tinggi dari para peserta. Namun, gelaran itu pun banyak menciptakan juara baru secara merata dan tidak dominan pada satu wilayah.

Festival Tunas Bahasa Ibu 2023 Buktikan Dominasi Priangan Runtuh
Aminudin menambahkan, biasanya pemenang Festival Tunas Bahasa Ibu 2023 itu didominasi wilayah Priangan. Namun kini, kawasan Pantura seperti Cirebon, Kabupaten Indramayu mampu melahirkan generasi muda berbakat dalam bahasa Sunda. (yuliantono)

INILAHKORAN, Bandung - Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud E Aminudin Aziz mengaku tak menyangka, Festival Tunas Bahasa Ibu 2023 yang digelar di Soreang, Kabupaten Bandung tidak hanya menuai antusiasme tinggi dari para peserta. Namun, gelaran itu pun banyak menciptakan juara baru secara merata dan tidak dominan pada satu wilayah.

Aminudin menambahkan, biasanya pemenang Festival Tunas Bahasa Ibu 2023 itu didominasi wilayah Priangan. Namun kini, kawasan Pantura seperti Cirebon, Kabupaten Indramayu mampu melahirkan generasi muda berbakat dalam bahasa Sunda. Catatan positif ini sambung dia kian menguatkan asa bersama, dalam melestarikan bahasa Sunda secara merata di Jawa Barat.

"Ini (Festival Tunas Bahasa Ibu 2023) kali ketiga di Jawa Barat. Saya semakin berbahagia, karena ternyata sekarang menyebar para pemenang. Artinya sebuah peningkatan kualitas penyelenggaraan program yang tidak menunjukkan fokus hanya pada satu daerah, tapi juga menyebar ke wilayah lain," ujarnya usai pengumuman pemenang Festival Tunas Bahasa Ibu 2023 di Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu 15 November 2023 malam.

Tidak hanya itu, kualitas masing-masing juara kata Aminudin juga kian meningkat. Mulai dari bertutur, improvisasi, menggali tema, hingga menulis. Hal ini menurutnya membuktikan, bahwa peserta yang terdiri dari siswa SD dan SMP sudah mampu menggali kreativitas serta inovasinya dalam mengembangkan bahasa daerah.

"Oleh karena itu saya berterimakasih kepada guru pendamping, kepala sekolah, pengawas, dinas pendidikan dan tentu orangtua yang sangat mendukung keikutsertaan mereka dalam Festival Tunas Bahasa Ibu 2023 ini," ucapnya.

Setelah gelaran Festival Tunas Bahasa Ibu 2023 tingkat provinsi ini, Kemendikbud tutur Aminudin bertekad bakal menggelar kompetisi level nasional. Sehingga diharapkan, upaya memelihara, melestarikan bahasa daerah atau bahasa ibu dapat terus berlanjut secara berjenjang.

"Kemudian diadakan festival di tingkat kabupaten/kota, kemudian provinsi yang kemudian ke nasional yang akan kita laksanakan tahun depan. In Syaa Allah tahun depan sudah kita anggarkan, 2025 kita lihat tahun depan," tuturnya.

Sementara, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat Herawati mengungkapkan selama tiga tahun banyak perkembangan dalam Festival Tunas Bahasa Ibu 2023. Menurutnya ini menjadi bukti bahwa keinginan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan bahasa daerah sangat tinggi.

"Ini salah satu indikator positif, masyarakat menyadari bahwa pentingnya melestarikan bahasa dan sastra Sunda," terangnya.

Dalam Festival Tunas Bahasa Ibu 2023, ada tujuh kategori yang diperlombakan antar siswa SD dan SMP dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat plus Banten. Di antaranya kategori Nembang Pupuh, Ngadongeng, Biantara, Maca Sajak, Carpon, Nulis Aksara, dan Borangan.*** (yuliantono)


Editor : Doni Ramdhani