Figur Milenial Incar Kursi Bupati, Indramayu Memanas

Indramayu mulai memanas. Sejumlah nama mencuat sebagai kandidat bupati periode 2020-2025. Adakah kabupaten di pesisir utara itu akan dipimpin bupati (berjiwa) millenial?

Figur Milenial Incar Kursi Bupati, Indramayu Memanas
Ilustrasi/Antara Foto

INILAH, Indramayu- Indramayu mulai memanas. Sejumlah nama mencuat sebagai kandidat bupati periode 2020-2025. Adakah kabupaten di pesisir utara itu akan dipimpin bupati (berjiwa) millenial?

Di Sport Center Indramayu, Toto Sucartono bergabung bersama warga Indramayu. Mereka menghiasi Minggu (2/2) pagi itu dengan jalan sehat. Tajuknya pun dibuat khas: Jalan Sehat Bersama Kang Toto.

Secara umum, itu jalan sehat untuk olahraga dan kesehatan tubuh. Tapi, sulit pula dipungkiri, jalan sehat itu tak terkait dengan agenda politik. Pasalnya, Toto adalah salah satu kandidat yang hendak bersaing memperebutkan posisi Bupati Indramayu pada pilkada serentak mendatang.

Toto adalah politisi yang sudah lama malang melintang di Indramayu. Dia sudah dua kali mengikuti kontestasi politik itu. Keduanya gagal. Sepuluh tahun lalu, dia maju dari jalur nonpartai bersama Kasan Basari. Lalu kalah dari pasangan Anna Sophanah-Supendi.

Lima tahun berikutnya, dia tampil lagi. Kali ini diusung PDI Perjuangan. Berpasangan dengan Rasta Wiguna, lagi-lagi dia menyerah di tangan lawan yang sama. Tapi, kali ini Toto memberi perlawanan. Torehan suaranya hanya berselisih 10 persen dari Anna-Supendi. Cukup tinggi mengingat lawan yang dihadapi adalah petahana.

Kalau Toto untuk ketiga kalinya ikut Pilkada Indramayu, dia tentu punya alasan sendiri. “Belum ada kemajuan yang nyata di Indramayu. Pertumbuhan ekonomi hanya 1,23% outputnya. Bandingkan dengan kabupaten/kota lain yang rata-rata di atas 5%,” katanya.

Toto kembali ke jalur 10 tahun lalu, berencana maju melalui jalur independen. Deis Handika disebut-sebut sebagai pendampingnya.

“Ada rasa tanggung jawab luar biasa untuk membangun Indramayu,” katanya. Salah satunya, adalah untuk penyediaan lapangan kerja.

Tapi, langkah Toto tidaklah mudah. Bahkan jika Pilkada Indramayu kali ini praktis tanpa petahana. Anna Sophanah-Supendi, pasangan terakhir yang memenangkan pilkada tak ikut lagi. Hanya Taufik Hidayat yang bakal meramaikan meski sejatinya dia hanyalah pelaksana tugas Bupati karena Supendi sedang tersandung persoalan hukum.

Salah satu lawan berat Toto adalah klan Syafiuddin, yakni Daniel Muttaqin Syafiuddin. Putra pasangan Irianto MS Syafiuddin-Anna Sophana ini sudah mengambil formulir pendaftaran di Partai Golkar melalui relawannya, Sahabat Daniel.

Nama Daniel dimasukkan hanya beberapa jam sebelum Partai Golkar menutup pendaftaran pada Sabtu (1/2) malam. 

Pendaftaran Daniel dilakukan beberapa jam sebelum penutupan pendaftaran pada Sabtu, 1 Februari 2020 tengah malam.

Pendaftaran tersebut diwakili oleh para pendukungnya yang tergabung ke dalam sahabat Daniel. Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar ini menyatakan siap maju jika partai memberikan rekomendasi kepada dirinya.

“Saya akan melihat kalkulasi secara matang sebelum menentukan langkah selanjutnya,” ujar tokoh muda Partai Golkar itu.

Daniel punya modal politik yang kuat. Pertama, di Indramayu, pengaruh politik klan Syafiuddin masih kuat. Kecuali itu, sebagai anggota DPR dua periode, Daniel juga memiliki jaringan yang tak kalah kuatnya.

Tetapi, Daniel harus memenangkan hati pengurus DPP Partai Golkar terlebih dulu. Sebab, tiket partai penguasa Indramayu itu diperebutkan banyak pihak. Hingga penutupan pendaftaran, tak kurang dari 17 orang yang mengambil formulir.

Selain Daniel, ada pula Imannuddin Ismail, Badrun, Inu Danubaya, Hilal Hilmawan, KH Syatori, Nordin Jaenudin, dr. Dedi Rohendi, Ami Anggraeny, Taufik Hidayat, Kuswanto, Cecep Ferdy Firdaus Mugrah, Abdul Tolib, Yoga Rahdiansyah, Yon Haryono, dan Yudi Rustomo.

Salah satu rival Daniel dalam perebutan perahu Partai Golkar adalah Yoga Rahdiansyah. Sama-sama menjadi tokoh muda, Yoga adalah Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Indramayu. 
Seperti Daniel, Yoga juga didaftarkan elemen pemuda Indramayu. Mereka, saat mengambil formulir, Sabtu (1/2), mengaku mewakili lima daerah pemilihan (dapil) di Indramayu.

“Kami mendukung dan berharap pada Yoga. Selain merupakan salah satu mantan aktivis mahasiswa di Bandung, dia juga memiliki banyak pengalaman kepemimpinan. Jaringannya pun luas,” sebut Koordinator Elemen Pemuda Indramayu, Imam Busairy.

Tantangan bagi Yoga adalah soal elektabilitas. Tahun lalu, kader muda Partai Golkar itu menjajal Pemilu Legislatif 2019 dan gagal merebut kursi DPRD Jawa Barat.

“Jika memang ada gerakan elemen pemuda meminta saya maju, saya anggap ini sebagai wahana kaderisasi di partai,” ujar Yoga.

Tak hanya Partai Golkar, Partai Demokrat pun kemungkinan mengusung calon milenial. Dia adalah Anis Khoirunnisa. Selain bisa meraup suara perempuan, Anis juga mendapatkan suara dari pengaruh nama besar ayahnya, Syaihk Al Zaytun AS Panji Gumilang.

Tapi, sebagaimana Daniel dan Yoga, Anis pun harus lebih dulu merebut tiket perahu Partai Demokrat. Sebab, dia bukan satu-satunya nama yang mengapung. Ada lagi Ketua DPC Partai Demokrat Sri Budihardjo Herman atau Ratnawati Herman Khaeron, istri salah satu petinggi DPP Partai Demokrat Herman Khaeron. (ing)
 


Editor : Bsafaat