Film ‘Merah Putih: One For All’ Dituding Gunakan Aset Karakter dari Situs Animasi
Menjelang penayangannya, film animasi Merah Putih: One for All terus menuai kritikan tajam.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Kontroversi film animasi karya anak bangsa Merah Putih: One For All terus berlanjut. Setelah sebelumnya menuai kritik karena kualitas visualnya, kini netizen menyoroti aset karakter yang digunakan dalam film tersebut.
Sejumlah warganet mengklaim bahwa beberapa karakter dalam Merah Putih: One For All diambil dari karya yang dijual di situs penyedia layanan animasi.
Salah satu yang mengungkap hal ini adalah akun X (Twitter) bernama Froos*****, yang mengunggah terkait dugaan tersebut.
"Masih terkait Merah Putih: One For All, ternyata mereka banyak yang ngambil (modif) model dari Reallusion."
Dalam unggahannya, ia juga mempertanyakan profesionalitas tim produksi film tersebut. "Bruh, untuk animasi yang tayang di layar lebar, jadiin aset orang buat karakter penting itu gimana gitu," tambahnya.
Postingan ini langsung menuai ribuan komentar dari netizen lain. Banyak yang mengkritik keputusan penggunaan aset karakter dari pihak ketiga untuk film animasi berskala nasional.
Kritik ini semakin ramai mengingat Merah Putih: One For All dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 14 Agustus 2025, bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia.
Meski pihak produksi belum memberikan klarifikasi resmi, perbincangan seputar tudingan penggunaan aset karakter ini membuat film Merah Putih: One For All semakin menjadi sorotan publik di media sosial.
Editor : Firda Rachmawati
