Flyover Kedua di KBB Siap Dibangun, Begini Penjelasan Plt Kadishub Soal Teknis Penggunaannya
Rencana pembangunan flyover baru yang menghubungkan Stasiun Padalarang dengan Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal dikhususkan untuk angkutan umum.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Rencana pembangunan flyover baru yang menghubungkan Stasiun Padalarang dengan Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal dikhususkan untuk angkutan umum.
"Tujuan tersebut (flyover) dilakukan untuk penguatan kapasitas angkutan umum. Dengan begitu, lalu lintas di kawasan tersebut tak mengalami hambatan," ungkap Plt. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) KBB, Fauzan Azima kepada wartawan, Selasa 24 Januari 2023.
Sementara itu, lanjut dia, untuk kendaraan pribadi masih menggunakan jalur yang saat ini digunakan, seperti Jalan Panaris dan Jalan Cihaliwung.
"Hal itu dilakukan agar warga yang hendak ke stasiun maupun sebaliknya bisa menggunakan angkutan umum," ujarnya.
"Nantinya kendaraan pribadi pengantar maupun penjemput parkir di sekitar Kota Baru Parahyangan," sambungnya.
Ia menyebut, flyover kedua yang tengah dibangun tersebut juga ditargetkan rampung pada Juni 2023 bersamaan dengan beroperasinya Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).
Kendati demikian, pihaknya pun tak memungkiri ketika proyek pembangunan flyover berjalan tentu bakal berpengaruh pada lalu lintas sekitar Padalarang.
"Oleh karena itu, Dishub KBB akan menempatkan personel dan melakukan rekayasa jalan," sebutnya.
Meski begitu, secara umum untuk memecahkan persoalan kemacetan saat ini Dishub KBB tengah menerapkan manajemen rekayasa lalu lintas di wilayah Padalarang.
"Jalan Raya Padalarang merupakan jalan nasional sehingga kita mengusulkan agar di titik kemacetan dipasang traffic light. Seperti di Simpang Pasar Tagog, Cihaliwung, dan Purabaya," ujarnya.
Ia mengaku, Cimareme menjadi titik kemacetan yang hingga kini belum mampu terselesaikan. Sebab, terjadi penyempitan badan jalan dari arah Padalarang menuju Cimareme.
"Ada bottle neck (penyempitan) badan jalan. Inilah yang menjadi salah satu penyebab terjadi kemacetan lalu lintas dari arah Padalarang menuju Cimareme," ujarnya.
Guna memecahkan persoalan ini, tambah dia, tentunya perlu dilakukan pelebaran badan jalan.
"Kemudian, Pemda KBB juga mengusulkan untuk trotoarisasi di kawasan Padalarang. Mengingat kondisi trotoar saat ini banyak yang rusak," pungkasnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti


