Fogging dan Wolbachia, Strategi Kota Bandung Hadapi Kasus DBD

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes)Kota Bandung, Sony Adam mengatakan, puncak kasus demam berdarah dengue (DBD) biasanya terjadi di awal tahun. Namun masyarakat tetap harus waspada sepanjang tahun.

Fogging dan Wolbachia, Strategi Kota Bandung Hadapi Kasus DBD
Wali Kota Bandung M Farhan

INILAHKORAN, Bandung - Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes)Kota Bandung, Sony Adam mengatakan, puncak kasus demam berdarah dengue (DBD) biasanya terjadi di awal tahun. Namun masyarakat tetap harus waspada sepanjang tahun.

“DBD masih menjadi penyakit yang paling dikhawatirkan karena risiko kematian, terutama pada anak-anak. Kasus di Bandung juga masih termasuk tinggi secara nasional,” kata Sony Adam pada Rabu 6 Agustus 2025.

Menurut ia, pihaknya terus berupaya menekan angka kasus DBD melalui berbagai program. Salah satunya adalah program pengendalian nyamuk menggunakan metode Wolbachia. 

Program tersebut, telah dijalankan di beberapa wilayah seperti Ujungberung dan Kiaracondong yang hingga saat ini masih dalam tahap penelitian dan pengembangan.

“Sejauh ini, tidak ada penolakan dari warga. Kami berharap, saat kasus DBD mulai menurun. Masyarakat akan semakin percaya pada efektivitas program ini,” ucapnya.

Dalam upaya pencegahan DBD, pihaknya pun mengimbau masyarakat melakukan langkah-langkah 3M Plus yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat air dan mengubur barang bekas yang dapat menjadi sarang nyamuk.

Selain itu, fogging masih menjadi salah satu metode yang digunakan. Tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada partisipasi aktif warga.

“Jika dalam satu lingkungan ada rumah yang menolak fogging, maka efektivitasnya menurun karena nyamuk bisa berpindah ke tempat lain," ujar dia. *


Editor : Ahmad Sayuti