Fokus Pengembangan Talenta Siswa, SMP Darul Falah 2 Perkuat Profil Pelajar Pancasila

Sejak terpilih menjadi sekolah penggerak yang berada di wilayah KBB SMP Darul Falah 2 senantiasa meningkatkan fokus pengembangan talenta

Fokus Pengembangan Talenta Siswa, SMP Darul Falah 2 Perkuat Profil Pelajar Pancasila
Sejak terpilih menjadi sekolah penggerak yang berada di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB), SMP Darul Falah 2 senantiasa meningkatkan fokus pengembangan talenta para siswanya.

INILAHKORAN, Ngamprah - Sejak terpilih menjadi sekolah penggerak yang berada di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB), SMP Darul Falah 2 senantiasa meningkatkan fokus pengembangan talenta para siswanya.

SMP Darul Falah 2 sendiri berlokasi di Jalan Raya Cihampelas No.99 Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB)

Sebagai sekolah yang terintegrasi pesantren, para siswa di SMP Darul Falah 2 KBB terbagi dalam dua sistem baik itu siswa yang mondok (menginap) dan siswa non mondok (tidak menginap).

Baca Juga: Sahrul Gunawan Mau Pindah ke Golkar, Agus Yasmin : Saya Doakan Besok Pindah

Kepala sekolah SMP Darul Falah 2, Agus Hidayat D. Idris mengatakan, untuk memperkuat Profil Pelajar Pancasila berbagai program penggerak harus dibuat secara detil dan rinci.

"Salah satunya seperti program yang saat ini kami gulirkan, yakni dengan memberikan apresiasi kepada para siswa atas prestasi yang telah dicapainya," katanya, Kamis 10 Maret 2022.

Ia mencontohkan, dalam peringatan Isra Miraj 1443 Hijriah beberapa waktu lalu, pihaknya memberikan penghargaan kepada para siswa yang bertalenta sebagai penghafal Alquran atau kitab kuning.

“Kami sangat mengapresiasi prestasi yang diraih dari segala bidang, baik itu bidang akademik maupun non akademik," ujarnya.

Baca Juga: Doni Salmanan Tersangka, Warga : Pantes Usahanya Maju dan Pesat Ternyata Salah Jalannya

Selain itu, lanjut dia, penghargaan pun tidak hanya diberikan kepada siswa yang memenangkan berbagai lomba saja, prestasi hasil inisiasi mereka sendiri pun juga diberikan penghargaan.

"Termasuk siswa yang memiliki talenta penghafal Alquran dan Kitab Kuning," jelasnya.

Menurutnya, motivasi yang paling besar untuk mencapai talenta ini, tentu didorong oleh semangat dari diri mereka sendiri, sehingga mereka layak untuk diapresiasi.

"Semoga dengan memberikan apresiasi kepada para siswa penghafal Alquran dan kitab kuning ini, dapat memperkuat dimensi Profil Pelajar Pancasila, beriman bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, dan memiliki kemandirian," tuturnya.

Sementara itu, PKS Kesiswaan SMP Darul Falah 2, Oni Saroni menyebut, ada 52 siswa yang mampu menjadi inspirasi bagi siswa yang lain untuk terus belajar membaca Alquran dan kitab kuning.

Baca Juga: Grosir Sembako Terbakar, Pemilik dan Pembeli Dilarikan ke Puskesmas

“Adapun 52 siswa yang bertalenta penghafal Alquran dan kitab kuning terdiri 16 siswa kelas IX, 33 siswa kelas VIII, dan 3 siswa kelas VII, sebagai penghafal alquran atau kitab kuning," sebutnya.

"Lalu berdasarkan jenis hapalannya, ada 16 siswa penghafal kitab Juzamma, 20 siswa penghafal Kitab Jurumiyah, 10 siswa penghafal Kitab Yaqulu, dan 6 siswa penghafal Kitab Imrity. Mereka sangat menginspirasi," sambungnya.

Ia menilai, para siswa tersebut bisa jadi penebar ilmu yang berguna bagi lingkungannya lantaran berhasil dalam mengatur waktu dan menjaga konsistensi diri untuk menghafal setiap hari.

"Tidak dipaksakan, tapi mereka mampu untuk selalu menggunakan waktu sebaik mungkin," ujarnya.

Baca Juga: Sinopsis Wonder Woman, Tayang Malam Ini di Bioskop TransTV

Salah satu siswa yang berhasil menghafalkan Alquran dan kitab kuning yaitu Alfetra Darma kelas IX.3 mengungkapkan, siswa harusnya bisa mengatur waktu antara belajar materi pelajaran sekolah dan menghafal Alquran dan kitab kuning.

"Jika ada waktu kosong selalu digunakan untuk menghafal," ungkapnya.

Menurutnya, semangat untuk menjadi penghafal menjadi motivasi yang utama lantaran diperlukan niat dan tekad yang kuat untuk menghafal.

"Karena tidak mudah untuk menghapal Alquran dan kitab kuning ini. Menghafal siang malam dengan sungguh-sungguh dan semangat. Sebelum membaca Alquran, kami terlebih dahulu tawasul kepada pengarang kitab, kemudian baru menghafalnya," tandasnya. *** (agus satia negara).

 


Editor : inilahkoran