Forum Akademisi IPB Sampaikan Seruan MBG, Harus Monitoring dan Evaluasi 

Forum Akademisi IPB mengeluarkan seruan terkait program makanan bergizi bratis (MBG) dan mendukung program peningkatan gizi rakyat secara tepat sasaran.

Forum Akademisi IPB Sampaikan Seruan MBG, Harus Monitoring dan Evaluasi 
Forum Akademisi IPB menyampaikan seruan di ICC Botani Square, Kota Bogor, Rabu (6/5/2026). (rizki mauludi)

INILAHKORAN.ID - Forum Akademisi IPB mengeluarkan seruan terkait program makanan bergizi bratis (MBG) dan mendukung program peningkatan gizi rakyat Indonesia secara tepat sasaran. 

Juru Bicara Forum Akademisi IPB Muhammad Firdaus memaparkan, pemerintah saat ini sedang menjalankan berbagai proyek strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas SDM dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu proyek tersebut yakni program MBG yang memiliki tujuan mulia dalam memperbaiki status gizi anak sekolah. 

"Dari mulai PAUD, TK, SD, SMP, SMA dan pesantren mendapatkan MBG serta kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Program ini diharapkan memberikan dampak ekonomi yang luas," kata Firdaus di ICC Botani, Rabu (6/5/2026). 

Firdaus memaparkan, Forum Akademisi IPB dengan menjunjung tinggi prinsip kejujuran, etika, objektivitas ilmiah dan keberpihakan pada kepentingan bangsa. Seruan pertama yakni mendukung program peningkatan gizi rakyat Indonesia secara tepat sasaran.

"Kedua, menjadikan program peningkatan gizi rakyat Indonesia sebagai program jangka panjang
lintas pemerintah untuk meningkatkan status gizi masyarakat Indonesia sebagai wahana peningkatan derajat kesehatan, kecerdasan, produktivitas kerja dan daya saing bangsa," paparnya. 

Firdaus menjelaskan, poin ketiga seruan yaitu usaha peningkatan gizi melalui pemberian makanan secara massal adalah berisiko. Guna meminimumkan risiko dapat dilakukan dengan menjamin pihak yang terlibat memiliki pengetahuan yang memadai tentang gizi dan keamanan pangan. 

Pihaknya pun mendorong penerapan standar gizi dan menu yang telah ditetapkan berjalan seiring dengan penjaminan keamanan pangan mulai dari pengadaan, penyimpanan, pengolahan dan distribusinya. 

"Lalu meningkatkan peran institusi sekolah dan komunitas untuk secara terintegrasi terlibat dalam penyelenggaraan, monitoring dan evaluasi program serta edukasi gizi untuk menjamin efesiensi dan efektivitas program. Terakhir menyelenggarakan program makan bergizi dengan kapasitas yang terukur," jelasnya. 

Firdaus memaparkan, poin keempat seruan adalah melakukan monitoring dan evaluasi seacara sistematis dan berkelanjutan terkait dampak gizi kelompok sasaran, tidak hanya mencakup kekurangan tetapi juga potensi kelebihan gizi yang dilakukan terintegrasi dengan sistem pemantauan kesehatan, gerakan hidup sehat di sekolah dan masyarakat.

"Seruan ini disampaikan sebagai wujud tanggung jawab moral dan intelektual dalam mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak pada kesejahteraan rakyat, efisiensi penggunaan anggaran, dan keberlanjutan pembangunan nasional," jelasnya.


Editor : Doni Ramdhani