Forum RKPD 2027, DPUTR KBB: Infrastruktur Jadi Kunci Kuatkan Ekonomi dan Pelayanan
Dalam Rangka Pemerataan Kesejahteraan Masyarakat", Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyoroti pentingnya infrastruktur y
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Mengusung tema "Penguatan Ekonomi dan Daya Saing Daerah dalam Rangka Pemerataan Kesejahteraan Masyarakat", Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyoroti pentingnya infrastruktur yang andal.
Demikian pernyataan yang disampaikan Plt Kepala Dinas PUTR KBB, Aan Sopian dalam Forum Konsultasi Publik untuk menyusun Rancangan Awal Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Tahun Anggaran 2027 di Desa Pasihalang, Kecamatan Cisarua.
Tak hanya sebagai ruang diskusi, forum yang dihadiri perwakilan kepala badan/dinas, camat se-KBB, narasumber, dan berbagai pemangku kepentingan ini juga jadi ajang untuk merumuskan langkah nyata guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.
"Infrastruktur menjadi tulang punggung perkembangan ekonomi daerah, selaras dengan visi pembangunan “Amanah” (agamis, maju, adaptif, nyaman, aspiratif, harmonis)," kata Aan, Jumat 13 Februari 2026.
Menurutnya, infrastruktur yang andal, mulai dari jalan, jembatan, drainase, sumber daya air, sanitasi, hingga penataan ruang yang teratur dan berkelanjutan tentunya bakal memperkuat konektivitas antarwilayah, menekan biaya logistik, menarik investor.
"Termasuk membuka peluang ekonomi bagi masyarakat luas," ujarnya.
Selain pembangunan fisik, lanjut Aan, para peserta juga menyoroti kebutuhan mendesak untuk meningkatkan mutu layanan di Dinas PUTR, seperti percepatan proses layanan teknis, transparansi dalam perizinan dan rekomendasi teknis.
"Kemudahan akses informasi bagi masyarakat, serta sistem pengaduan yang lebih cepat tanggap dan akuntabel," sebutnya.
Kendati begitu, Aan tak memungkiri adanya keterbatasan sumber daya dan kompleksitas tantangan di lapangan menjadi hambatan utama.
Oleh karena itu, pihaknua mengajak semua pihak untuk berpartisipasi aktif, baik dengan memberikan usulan lokasi prioritas pembangunan, masukan perbaikan proses perencanaan, maupun memperkuat kolaborasi lintas sektor.
“Kita butuh sinergi agar program yang dirancang benar-benar tepat sasaran, bisa diukur dampaknya, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ucapnya.
Aan berharap hasil diskusi menghasilkan rekomendasi konkret yang bakal digunakan untuk menyempurnakan Rancangan Awal RKPD 2027, termasuk perbaikan tata kelola dan pelayanan publik.
“Target kita jelas: bangun infrastruktur yang dorong ekonomi daerah menjadi lebih kuat dan berdaya saing, sekaligus hadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, dan benar-benar berpihak pada masyarakat,” tandasnya.***
Editor : Ahmad Sayuti

