Fulham 1-1 Man United: Setan Merah Payah

SEBUAH drama menit-menit akhir di Craven Cottage membuyarkan euforia publik tuan rumah.

Fulham 1-1 Man United: Setan Merah Payah
Net

Gol telat Matheus Cunha menyelamatkan Manchester United dari kekalahan, memaksa laga kontra Fulham berakhir imbang 1-1 pada Minggu (21/9). Namun, di balik satu poin yang dibawa pulang, tersisa gumpalan rasa frustrasi yang menggelayuti wajah sang manajer, Michael Carrick.

Bagi Setan Merah, sore itu berjalan penuh cobaan. Mereka sempat terhentak ketika bek andalan mereka, Lisandro Martinez, justru menyarangkan bola ke gawang sendiri akibat salah antisipasi. 

Gol bunuh diri itu seperti alarm yang terlambat berbunyi. MU, yang awalnya dituding bermain terlalu pasif dan dingin, mendadak berubah beringas menekan pertahanan Fulham demi memburu keadilan.

Secara statistik, MU sebenarnya mendikte permainan dengan 56 persen penguasaan bola dan melepaskan 25 tembakan—jauh melampaui agresivitas Fulham. Namun, statistik di atas kertas sering kali gagal menangkap ketegangan di atas lapangan. 

Di pinggir lapangan, riuh kritik sudah telanjur berembus: Mengapa MU baru bernafsu menyerang setelah berada di ujung tanduk? Mengapa gairah itu tidak ada sejak peluit pertama dibunyikan?

Michael Carrick menolak narasi bahwa anak asuhnya bermain tanpa hati. Baginya, kritik tersebut tidak adil bagi para pemainnya yang sudah memeras keringat di atas rumput Premier League yang kejam.

"Saya rasa tidak begitu," sanggah Carrick dengan nada membela, seperti dikutip dari BBC. 

"Sepak bola itu rumit. Ini Premier League, kompetisi di mana Anda tidak bisa berharap untuk mendominasi total selama 90 menit tanpa perlawanan. Ada kalanya segalanya tidak berjalan sesuai rencana, dan tidak ada satu pun tim di liga ini yang bisa terus-menerus menyerang tanpa henti."

Bagi Carrick, hasil imbang ini bukan sekadar angka di papan skor, melainkan realitas pahit yang harus dihadapi. 

Satu poin ini menahan posisi  MU di peringkat ke-12 dengan koleksi lima poin—sebuah posisi yang tentu jauh dari martabat klub sebesar Setan Merah. 

Di sudut lain, Fulham juga harus meratapi nasib karena gagal keluar dari zona merah, tertahan di peringkat ke-19 dengan raihan dua poin.

Pertandingan telah usai, namun bagi Carrick dan pasukannya, perjalanan pulang dari London barat menyisakan pekerjaan rumah yang besar: mengembalikan mentalitas menyerang sejak menit pertama, bukan hanya saat punggung mereka sudah terdesak ke dinding.

Sementara itu sang penyelamat Cunha menyoroti performa Fulham yang tampak lebih berenergi dari timnya, terutama usai turun minum. 

Statistik yang dikutip The Guardian mencatat bahwa secara kolektif para pemain Fulham berlari 6,6 kilometer lebih jauh dari MU di laga ini.

"Di awal babak kedua, Fulham mengerahkan lebih banyak energi dibandingkan kami dan kami tidak bisa menerima hal ini," kata Cunha usai laga. (bsf)

FULHAM 1-1 MAN UNITED Matheus Cunha/Man of the Match Menit Main: 90 Gol: 1 Shots: 3 On Goal: 2 Umpan Kunci: 3 Akurasi Umpan: 84,6% Sentuh Bola: 38

DATA FAKTA Waktu: Minggu (20/9) ; Kick Off Pukul 22.30 WIB Tempat: Craven Cottage Wasit: P Bankes Man of the Match: Matheus Cunha Pencetak Gol: Fulham (Lisandro Martinez 63'og) ; Man United (M Cunha 89') Kartu Kuning: Fulham (King, Castagne, Muniz) ; Man United (-) Kartu Merah: -

SUSUNAN PEMAIN

Fulham: Bernd Leno; Timothy Castagne, David Affengruber, Calvin Bassey, Antonee Robinson; Sander Berge, Shea Charles; Oscar Bobb, Josh King, Alex Iwobi; Gonzalo Garcia.

Manchester United: Senne Lammens; Luke Shaw, Lisandro Martinez, Harry Maguire, Diogo Dalot; Kobi Mainoo, Youri Tielemans; Marcus Rashford, Bruno Fernandes, Bryan Mbeumo; Matheus Cunha.


Editor : Inilahkoran