Gabungkan Tradisi Teknologi dan Ramah Lingkungan, Kampung Batik AI Hadir di Bandung

Setelah sebelumnya diluncurkan di Cirebon, inisiatif Kampung Batik AI kini hadir di Kota Bandung. Kegiatan digelar di Workshop Batik Komar, Cigadung dan diinisiasi Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB), Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI) serta Yayasan Batik Indonesia (YBI).

Gabungkan Tradisi Teknologi dan Ramah Lingkungan, Kampung Batik AI Hadir di Bandung

INILANKORAN, Bandung - Setelah sebelumnya diluncurkan di Cirebon, inisiatif Kampung batik ai kini hadir di Kota Bandung. Kegiatan digelar di Workshop Batik Komar, Cigadung dan diinisiasi Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB), Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia (APPBI) serta Yayasan Batik Indonesia (YBI).

Acara tersebut, juga dirangkaikan dengan pelatihan batik ai untuk generasi muda dan sosialisasi mengenai industri batik hijau yang ramah lingkungan.

Kampung batik ai merupakan upaya menggabungkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan seni batik tradisional. Tujuannya adalah untuk menarik minat generasi muda terhadap batik dan membuka peluang inovasi desain tanpa meninggalkan akar budaya.

Pelatihan batik ai ditujukan bagi anak muda yang tertarik pada seni, teknologi dan budaya. Peserta diperkenalkan pada sejarah batik, penggunaan platform AI untuk eksplorasi desain dan praktik membatik manual. Mereka juga belajar tentang pentingnya menjaga nilai budaya dan estetika dalam desain digital.

Teknologi AI di sini tidak menggantikan perajin, tetapi menjadi alat bantu kreatif yang memperluas kemungkinan desain. Di sisi lain, sosialisasi industri batik hijau menekankan pentingnya produksi batik yang ramah lingkungan. Ini termasuk penggunaan bahan alami, pengolahan limbah serta praktik produksi berkelanjutan.

Ketua YBJB Sendy Yusuf menyampaikan, pihaknya telah menerapkan sistem produksi sirkular di beberapa kampung batik seperti pemanfaatan limbah cair dan padat menjadi sesuatu yang berguna serta mendorong sertifikasi batik ramah lingkungan melalui program eco-labeling.

"Tahun ini kegiatan YBJB cukup padat, terutama sosialisasi Kampung batik ai di Jawa Barat dan penerapan sistem produksi sirkular di kampung-kampung batik. Kami memperkenalkan pengolahan limbah cair dengan mesin Aerator ALIMBa, serta menguji pemanfaatan limbah padat menjadi media tanam atau briket,"  kata Sendy Yusuf belum lama ini.

Workshop Batik Komar, dipilih sebagai lokasi karena dikenal sebagai pusat batik modern yang telah menggabungkan teknik tradisional dengan inovasi digital selama lebih dari 25 tahun. Dalam kegiatan, para undangan menyaksikan langsung demonstrasi batik ai pameran karya peserta pelatihan dan diskusi seputar masa depan industri batik.

Kolaborasi antara YBJB, APPBI dan YBI menunjukkan komitmen bersama untuk melestarikan dan mengembangkan batik Indonesia. Dengan menggabungkan tradisi, teknologi dan prinsip keberlanjutan. Batik diyakini tidak hanya tetap relevan, tetapi juga semakin mendunia. *


Editor : Ahmad Sayuti