Gala Amal W Korea 'Love Your aw' Berubah jadi Pesta Minum, Penderita Kanker Payudara Ungkap Kemarahan

Penderita kanker payudara ungkap kemarahan mereka saat mengetahui acara amal W Korea berubah jadi pesta minum.

Gala Amal W Korea 'Love Your aw' Berubah jadi Pesta Minum, Penderita Kanker Payudara Ungkap Kemarahan
Acara amal Kanker Payudara W Korea yang berubah jadi pesta minum.

INILAHKORAN, Bandung - Para Pasien Kanker payudara kini turun tangan menyuarakan kemarahan mereka pada acara Amal W Korea.

Acara kesadaran Kanker payudara 'Love Your W' yang diselenggarakan W Korea menuai reaksi keras karena suasana pestanya yang mewah, membuat Pasien dan masyarakat marah karena kurangnya advokasi yang tulus.

Peringatan 20 tahun kampanye kesadaran Kanker payudara 'Love Your W' dari W Korea telah memicu kritik keras setelah berubah menjadi apa yang oleh banyak orang digambarkan sebagai Pesta selebriti alih-alih acara Amal.

Diselenggarakan pada 15 Oktober di Hotel Four Seasons, Seoul, gala tersebut mempertemukan puluhan bintang papan atas, termasuk RM, V, dan J-Hope BTS, serta Go Hyun Jung, Lee Min Ho, dan IU, untuk mempromosikan deteksi dini Kanker payudara dan mendukung Yayasan Kesehatan Payudara Korea.

Namun, video yang diunggah daring menunjukkan para tamu minum sampanye dan berdansa, dengan sedikit penyebutan tentang kesadaran Kanker payudara.

Para Pasien mengungkapkan kemarahan mereka secara online, mengatakan bahwa mereka merasa "dimanfaatkan untuk pemasaran."

Komentar dari komunitas pendukung Kanker payudara berbunyi: "Mereka berpesta sambil memanfaatkan rasa sakit kami."

"Sungguh menyedihkan kami menghabiskan waktu bertahun-tahun merayakan tonggak-tonggak keberhasilan, dan peristiwa ini merusak kebahagiaan itu."

Kritik juga berpusat pada penampilan Jay Park, yang menyanyikan lagu hit-nya, Mommae, yang menampilkan lirik seperti "si kembar di dadamu", yang dianggap banyak orang tidak pantas untuk tujuan tersebut.

W Korea menghapus rekaman terkait setelah mendapat kecaman publik, tetapi belum mengeluarkan permintaan maaf.

Meskipun majalah tersebut mengklaim telah menyumbangkan sekitar 1,1 miliar KRW (≈$800.000) selama 20 tahun, netizen membandingkan jumlah tersebut secara negatif dengan kampanye publik lainnya seperti “Pink Run” yang dipimpin warga, yang telah mengumpulkan 4,3 miliar KRW sejak tahun 2001.

Para pengamat mencatat bahwa hanya beberapa bintang, seperti Rei IVE dan Wonhee ILLIT, yang memberikan pernyataan relevan tentang kesadaran Kanker payudara

Sebaliknya, sebagian besar peserta mengunggah foto Pesta tanpa pesan advokasi apa pun.

Para kritikus berpendapat bahwa baik selebritas maupun penyelenggara sama-sama gagal menegakkan tujuan acara.

"Kekuatan bintang seharusnya memperkuat pesan, bukan menyembunyikannya di balik kemewahan," demikian bunyi salah satu editorial yang menggemakan rasa frustrasi Pasien yang menginginkan kesadaran, bukan karpet merah lagi.***


Editor : Irma Nurfajri