Gandeng University of Nottingham, Pemprov Jabar Buka Akses Pendidikan Internasional
Pemprov Jabar membuka akses pendidikan internasional bagi siswa dan guru dengan menggandeng University of Nottingham Inggris
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID, Bandung - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegaskan pembangunan sumber daya manusia tidak boleh memutus akar budaya. Sebab itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggandeng University of Nottingham, Inggris, untuk membuka akses pendidikan internasional bagi guru dan siswa, sekaligus memperkenalkan peradaban Sunda ke dunia.
Komitmen tersebut ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemprov Jawa Barat, Bank bjb, dan University of Nottingham dalam Simposium Adaptasi Iklim dan Keberlanjutan Jabar di Gedung Bale Pakuan, Kota Bandung, Jumat (26/6/2026) lalu.
Dedi mengatakan, kerja sama itu menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi Jawa Barat yang mampu bersaing di tingkat global, tanpa kehilangan identitas kulturalnya.
Salah satu program yang disiapkan adalah pemberangkatan guru-guru terbaik dari Sekolah Manusia Unggul (Maung), untuk mengikuti pembelajaran langsung di Inggris selama tiga bulan.
"Guru yang terbaik dari mereka, akan saya pilih, studi di Inggris minimal tiga bulan untuk belajar. Untuk memahami bahwa sistem pembelajaran di universitas besar luar negeri tidak semata-mata selalu tentang teknologi digital," ujar Dedi.
Menurutnya, pengalaman internasional tersebut diharapkan mampu memperkaya perspektif para pendidik dalam membangun sistem pembelajaran yang lebih berkualitas di Jawa Barat.
Tak hanya guru, kesempatan serupa juga diberikan kepada para siswa berprestasi. Pemprov Jabar menyiapkan akses pendidikan gratis di University of Nottingham bagi 10 siswa terbaik Sekolah Maung.
Namun, kerja sama tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan. Dedi menegaskan terdapat agenda besar lain yang ingin diwujudkan, yakni memperkenalkan bahasa, sejarah, dan peradaban Sunda di lingkungan akademik internasional.
"Hari ini kita melakukan MoU antara Pemerintah Jawa Barat dan kampus. Di dalamnya ada kerja sama untuk saling mengenalkan budaya. Bahasa Sunda dan sejarah peradaban Sunda ingin menjadi bagian yang dikenalkan di Nottingham," ucapnya.
Sebagai tindak lanjut, Dedi mengungkapkan gagasan pembentukan Institut Siliwangi yang diharapkan menjadi pusat kajian, sekaligus etalase kebudayaan Sunda di tingkat global.
Langkah tersebut, menurutnya, menjadi penting di tengah tantangan modernisasi yang kerap mengikis nilai-nilai budaya lokal. Ia menilai, kemajuan teknologi dan pendidikan seharusnya tidak menjadikan masyarakat tercerabut dari akar tradisinya.
Ia mencontohkan, Inggris sebagai negara yang mampu menjaga keseimbangan antara kemajuan dan pelestarian warisan budaya. Model tersebut dinilai layak menjadi inspirasi bagi Jawa Barat dalam membangun masa depan.
"Saya ingin memberikan pembelajaran kepada masyarakat Jawa Barat bahwa kita bisa maju dengan tetap berkebudayaan," katanya.
Editor : Ahmad Sayuti

