Program Sauyunan Jaga Lembur, Sukses Perkuat Kamtibmas Jabar Diseluruh Lini
Program Sauyunan Jaga Lembur yang digagas Kapolda Jabar berhasil menekan angka kejahatan dan menciptakan Kamtibmas yang kokoh di setiap lini
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan berhasil menekan angkat kriminalitas jalanan, melalui program Sauyunan Jaga Lembur. Dengan mengedepankan sinergitas kepolisian dan masyarakat, kejahatan di wilayah Jabar berhasil turun drastis.
Sejak diusung pada awal tahun 2026, tingkat kejahatan terutama kejahatan jalanan, berkurang drastis. Contohnya pada operasi kemanusiaan saat gelaran Ops Ketupat Lodaya 2026.
Kapolda Jawa Barat, Rudi Setiawan, mengatakan sejak awal operasi pihaknya tidak hanya fokus pada kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga memastikan masyarakat merasa aman dari ancaman kriminalitas selama momentum mudik Lebaran.
Menurutnya, Operasi Ketupat Lodaya 2026 merupakan operasi kemanusiaan yang memiliki dua fokus utama, yakni keselamatan lalu lintas dan keamanan masyarakat dari tindak kejahatan.
“Operasi Ketupat Lodaya bukan hanya tentang pengamanan arus mudik dan arus balik. Kami juga menaruh perhatian besar pada upaya menekan kejahatan yang meresahkan masyarakat, khususnya C3 yaitu curat, curas dan curanmor,” kata Rudi belum lama ini.
Tekan Angka Kriminalitas
Berdasarkan data yang dihimpun dari Biro Operasi Polda Jawa Barat, jumlah laporan kejahatan C3 selama Operasi Ketupat Lodaya 2026 tercatat 110 kasus. Angka ini menurun cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada tahun 2025 tercatat 240 kasus C3, sedangkan pada tahun 2024 terdapat 189 kasus.
“Dari data statistik yang kami evaluasi, terjadi penurunan yang cukup signifikan dibandingkan dua tahun sebelumnya. Ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran kepolisian di wilayah Jawa Barat,” ujarnya.
Sedangkan pada Operasi Ketupat Lodaya 2026 angka tersebut menurun menjadi Curas: 7 kasus, terungkap 11 kasus, Curat: 81 kasus, terungkap 50 kasus serta Curanmor 22 kasus, terungkap 46 kasus
Selain penurunan angka laporan, polisi juga mencatat peningkatan signifikan dalam pengungkapan kasus.
Rudi mengatakan peningkatan pengungkapan tersebut merupakan hasil dari strategi penguatan patroli serta koordinasi intensif antar satuan reserse kriminal di seluruh wilayah Jawa Barat.
“Yang tidak kalah penting adalah peningkatan pengungkapan kasus. Ini menunjukkan respons cepat jajaran reskrim terhadap setiap laporan masyarakat,” ujarnya.
Selain penurunan angka kejahatan, program tersebut pun dapat mengayomi masyarakat guna turut menjaga situasi Kamtibmas. Pada upayanya, Rudi menggaet kaum buruh, guna menjaga komitmen Polda Jabar dalam menjaga iklim investasi agar tetap aman dan kondusif, serta menolak keras segala bentuk praktik premanisme di lingkungan kerja.
"Komitmen Polda Jabar sejak awal adalah safe investment. Tidak boleh ada yang mengganggu investasi di Jawa Barat. Karena dengan investasi, ekonomi tumbuh dan buruh ikut sejahtera. Saya tidak pernah melindungi praktik-praktik premanisme di lingkungan kerja. Silakan laporkan bila ada,” tegasnya.
Rudi menekankan bahwa Polda Jabar mendukung kebebasan buruh dalam menyampaikan pendapat, sepanjang dilakukan sesuai ketentuan hukum dan menghormati kepentingan publik.
“Silakan menyampaikan pendapat, pikiran, dan usulan. Saya dukung dan saya perbolehkan, tapi patuhi ketentuan yang sudah ada,” ujarnya.
Rudi berharap komunikasi yang baik antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah terus terjalin untuk menciptakan keharmonisan serta kesejahteraan bersama.
“Dengan tagline ‘Sauyunan Jaga Lembur’, kita bersama-sama menjaga Jawa Barat demi kemajuan bersama, terutama untuk kesejahteraan rekan-rekan buruh,” tutupnya.
Editor : Ahmad Sayuti

