Gapura Ambruk Lagi, Alun-Alun Taman Pataraksa Ditutup Sementara.
Satu gapura yang tersisa di lokasi Alun-alun Taman Pataraksa Kabupaten Cirebon, kembali ambruk.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - Satu gapura yang tersisa di lokasi Alun-alun Taman Pataraksa Kabupaten Cirebon, kembali ambruk.
gapura tersebut ambruk pada Selasa malam sekitar pukul 21.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ambruknya sisa gapura di Alun-alun Taman Pataraksa, karena situasi sedang hujan. Alhasil, Pol PP memasang Pol PP line diseluruh lokasi taman pataraksa.
"Kami pasang Pol PP line diseluruh lokasi Alun-alun Taman Pataraksa. Pengunjung dilarang masuk sebelum pol pp line ini kami cabut," kata kabid Gakda Pol PP Kabupaten Cirebon, Soes Subrata, Rabu 17 Januari 2024.
Soes menjelaskan, pemasangan Pol PP line dimaksudkan untuk mencegah kedatangan pengunjung ke lokasi alun -alun taman pataraksa. Hal itu karena, dikhawatirkan ada hal hal yang tidak diinginkan, terkait keselamatan pengunjung. Namun Soes enggan berkomentar, sampai kapan Pol PP line tersebut akan dipasang.
"Silahkan untuk persoalan tekhnisnya hubungi pihak DLH Kabupaten Cirebon ya," aku Soes.
Sementara itu, pengiat anti korupsi Kabupaten Cirebon, Ade Riyaman mengaku pasrah dengan kondisi seperti itu. Dirinya malah mengaku pesimis, APH terutama Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon bisa menindak lanjuti kasus tersebut.
Malahan Ade meminta, kondisi tersebut lebih baik dibiarkan saja apa adanya dan tidak usah dibangun lagi gapura yang baru. Ini untuk membuktikan, bahwa Kabupaten Cirebon merupakan daerah di Jabar ter korup namun selalu aman dan kondusif.
"Sudahlah mendingan dibiarkan saja apa adanya. Kami sudah muak karena semua masalah dan dugaan korupsi di Kabupaten Cirebon selalu aman. Mana ada yang difolow up APH terlebih pihak kejaksaan," tukasnya.
Sementara itu, sampai berita ini diturunkan, belum ada komentar apapun baik dari pihak DLH, maupun inspektorat. Ketika dihubungi lewat telepon maupun Pesan WhatsApp, semua tidak merespon. (maman suharman)
Editor : Ahmad Sayuti

