Garuda Membara
ADA rasa bersalah di dalam hati seorang pemain sepak bola ketika hanya menyaksikan rekan-rekan senegaranya berjuang di lapangan dan gagal.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Bsafaat
Perasaan getir itulah yang menggelayuti benak Kevin Diks sebulan lalu.Akibat benturan jadwal dan izin klub yang rumit di Piala AFF, bek tangguh Borussia Monchengladbach ini terpaksa menjadi penonton layar kaca saat lambang Garuda di dada memanggilnya Yang semakin menyakitkan, perjuangan Merah Putih ketika itu dipaksa terhenti di fase grup. Dick merasa benarbenar bersalah dan sulit menerima kenyataan.
Kini mendung itu kini telah bergeser. Rasa syukur mendalam terpancar dari wajah Diks saat ia kembali mengenakan seragam Merah Putih. Baginya, jersi ini bukan sekadar pakaian bertanding, melainkan sebuah kehormatan yang sempat tertunda.
“Bulan lalu saya tidak bisa bergabung karena komitmen dengan klub.
Sulit rasanya hanya menonton tanpa bisa membantu tim, tapi itu masa lalu. Sekarang saatnya kita fokus penuh ke FIFA ASEAN Cup,” ungkap Diks.
Kerinduan yang membuncah ini bukan cuma milik Diks. Di sudutsudut ruang ganti, gairah yang sama juga dirasakan oleh barisan pemain diaspora lainnya. Namanama besar seperti Ole Romeny, Maarten Paes, Emil Audero, hingga Calvin Verdonk akhirnya bisa bernapas lega.
Setelah sempat “tertahan” di Eropa karena kendala izin klub pada turnamen sebelumnya, kini mereka pulang dengan satu misi yang sama: memberikan segalanya untuk Indonesia.
Kembalinya para “anak hilang” ini bak kepingan teka-teki yang akhirnya lengkap bagi pelatih John Herdman. Untuk pertama kalinya, Herdman memiliki kemewahan skuad dengan kekuatan penuh di semua lini.
Sebuah modal berharga yang secara otomatis melambungkan harapan dan ekspektasi jutaan pencinta sepak bola tanah air untuk melihat Indonesia mengangkat trofi juara.
Terlebih lagi, panggung pembuktian ini akan digelar di rumah sendiri.
Jakarta dan Bandung siap bergemuruh mulai 25 September mendatang.
Bagi Diks dan kawankawan yang sehari-hari merumput di dinginnya atmosfer Eropa, kesempatan tampil di hadapan publik sendiri adalah momen yang paling mereka tunggu.
Tatapan mata langsung dari suporter dan gemuruh nyanyian di tribun akan menjadi bahan bakar utama yang membakar semangat mereka.
“Bermain sebagai tuan rumah di FIFA ASEAN Cup adalah sebuah kehormatan besar. Dukungan langsung Garuda Fans tentu akan jadi energi besar bagi kami,” tegas Diks dengan mata menyala, menyuarakan mentalitas petarung yang siap meledak di lapangan.
Waktu pembuktian sudah di depan mata. Riuh rendah tribun stadion kini menanti sentuhan magis dari skuad Garuda yang akhirnya kembali utuh.
Siap Debut FIFA ASEAN Cup 2026 menyimpan dua cerita debut berbeda di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Luke Vickery bersiap tampil perdana untuk Timnas Indonesia, sementara Dean James berpeluang merasakan atmosfer GBK untuk pertama kalinya meski sudah mengoleksi lima caps.
Keduanya masuk skuad final 23 pemain yang dirilis PSSI pada Jumat (18/9/2026) malam.
Nama Vickery sudah disiapkan PSSI sejak pertengahan tahun bersama Mitchell Baker. Namun proses naturalisasinya molor, sehingga Baker lebih dulu debut di Piala AFF 2026.
Winger berusia 20 tahun itu resmi menjadi WNI di KJRI Sydney pada 16 Juli 2026, saat Timnas sedang berlaga di Piala AFF. Ia juga batal tampil di turnamen itu karena klubnya, Macarthur FC, tidak melepasnya.
Vickery lahir di Hawaii, Amerika Serikat, dan memiliki darah Indonesia dari neneknya yang lahir di Medan. Sebelum pindah federasi, ia sempat membela Australia U-19 dan mencetak satu gol dari empat laga di Piala AFF U-19 2024 — turnamen yang justru digelar di Surabaya.
Musim lalu, ia mencatat 31 penampilan di semua kompetisi bersama Macarthur FC, dengan tujuh gol dan tiga assist.
“Ini turnamen pertama saya bersama tim nasional Indonesia dan pengalaman merasakan gejolak bersama tim. Ini akan menjadi hal spesial bagi saya di depan para fans,” kata Vickery dalam keterangan yang dibagikan PSSI, Minggu (20/9/2026).
Cerita Dean James berbeda.
Bek kiri Go Ahead Eagles itu menjalani debut untuk Timnas saat melawan Australia pada 20 Maret 2025, tak lama setelah resmi menjadi WNI di KBRI Roma bersama Emil Audero dan Joey Pelupessy.
Sejak itu ia mengoleksi lima caps.
Namun kelima laga tersebut seluruhnya digelar di luar Jakarta, dan Timnas belum sekali pun menang dalam lagalaga yang ia jalani.
James juga absen pada dua jendela internasional terakhir di era John Herdman, yakni Maret dan Juni 2026. (bsf )
SKUAT TIMNAS INDONESIA • KIPER - Emil Audero Rayo Vallecano - Maarten Paes AFC Ajax - Nadeo Argawinata Persija Jakarta • BELAKANG - Kevin Diks Mönchengladbach - Dean James Go Ahead Eagles - Elkan Baggott Millwall - Justin Hubner Fortuna Sittard - Nathan Tjoe-A-On Willem II - Dion Markx Persita Tangerang - Dony Tri Pamungkas Persija Jakarta - Rizky Ridho Persija Jakarta - Yakob Sayuri Java United FC - Calvin Verdonk LOSC Lille • TENGAH - Joey Pelupessy Lommel SK - Egy Maulana Vikri Dewa United - Ivar Jenner Dewa United - Jordi Amat Persija Jakarta - Rayhan Hannan Persija Jakarta - Thom Haye Persib Bandung • DEPAN - Ole Romeny Fortuna Sittar - Luke Vickery Macarthur FC - Mitchell Baker NCAA Georgetown - Ragnar Oratmangoen Persib Bandung
JADWAL LAGA • Jumat (25/9) Indonesia vs Singapura Kick-off: 20.00 WIB Venue: SUGBK, Jakarta • Senin (28/9) Indonesia vs Malaysia Kick-off: Pukul 20.00 WIB Venue: SUGBK, Jakarta • Kamis (1/10) Indonesia vs Bangladesh Kick Off: Pukul 19.30 WIB Venue: SUGBK, Jakarta
Editor : Inilahkoran

