Gawat! Banjir Tetap Terjang Pasar Panorama Lembang Meski Sudah Ada Pengerukan
Pengerukan nyatanya tak menghindarkan area di sekitar Pasar Panorama Lembang, KBB< dari terjangan banjir.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah- Warga dan para pengguna jalan yang melintas sekitar Pasar Panorama Lembang, Kabupaten Bandung Barat kembali mengeluhkan banjir.
Kendati sempat dilakukan pengerukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) KBB, nyatanya masih ada luapan air di sekitar Pasar Panorama Lembang.
Salah seorang warga yang juga penjual gorengan di depan Pasar Panorama Lembang, Ahmad (50) mengaku, dirinya sangat menyayangkan masih terjadinya banjir.
"Ini kemarin udah digali goron-gorongnya dibersihkan juga, sampahnya diangkut. Tapi air masih saja banjir kalau hujan deras kaya gini," ujarnya.
Baca Juga: Kilang Cilacap Terbakar, Simak Fakta Terbaru dan Kronologinya
Tak hanya sampah dan lumpur yang telah dikeruk, kata dia, saluran drainase di sekitar Pasar Panorama Lembang juga sudah dibenahi untuk mencegah banjir.
Namun, tetap saja banjir terjadi karena hujan tinggi yang menyebabkan debit air naik sehingga meluap.
"Jika hujan deras terjadi dengan intensitas lama ketinggian air bisa lebih naik lagi," katanya.
Baca Juga: Teddy Pardiyana Minta Jatah Uang Kontrakan Mendiang Lina Jubaedah, Sule: Tak Ada Urusan!
"Akibatnya jalan dan trotoar juga tergenang, sehingga mengganggu arus kendaraan. Tidak jarang pengendara motor yang menerobos genangan air, motornya mogok," sambungnya.
Menurutnya, jika airnya tinggi kendaraan tidak mau lewat. Bahkan, dirinya jika akan berjualan tidak bisa lantaran harus menunggu air surut dulu.
Sementara pengguna jalan, Wendi (26) menyebut, seharusnya saluran air dibuat terowongan yang lebih besar. Sehingga ketika debit air meningkat ketika turun hujan deras, air masih bisa tertampung dan dialirkan sehingga tidak meluber ke jalan.
Baca Juga: Terungkap! Penyebab Sayap Belakang Mobil Lewis Hamilton Gagal Inspeksi
"Jika genangan airnya tinggi saya gak berani lewat karena suka liat banyak motor mogok. Kalau hujan besar memang gini, meski kemarin sempat dikeruk sampahnya," bebernya.*** (agus satia negara).
Editor : inilahkoran


