GOT7 Ungkap Alasan Sebenarnya Keluar dari Agensi JYP Entertainment
Boy grup GOT7 akhirnya megungkapkan alasan mengapa para membernya memutuskan keluar dari agensi JYP Entertainment.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Boy grup GOT7 baru saja comeback setelah para membernya resmi keluar dari agensi JYP Entertainment pada tahun 2021 lalu.
GOT7 resmi comeback di tengah kesibukan para membernya pada 23 Mei 2022, dengan merilis 'NANANA'.
Sebelumnya, GOT7 keluar dari agensi JYP Entertainment pada Januari 2021, setelah itu semua member mulai mengerjakan kegiatan individu mereka sendiri.
Sekarang GOT7 telah membuat comeback yang sukses sebagai grup, dan para membernya baru-baru ini mengungkapkan alasan mengapa mereka merasa harus meninggalkan JYP Entertainment dan mengejar jalan mereka sendiri.
Dalam wawancara baru-baru ini dengan GQ Australia, terungkap bahwa GOT7 sebenarnya tertarik untuk mengundurkan diri dari JYP Entertainment pada awalnya.
Bagaimanapun, boy grup tersebut telah melihat banyak kesuksesan di bawah perusahaan.
Ketika ditanya bagaimana perasaannya bekerja di perusahaan korporat, mengingat kecintaannya pada kebebasan alam, Jay B menjelaskan bahwa GOT7 sebenarnya merasa relatif nyaman di JYP Entertainment.
"JYP bukanlah tempat yang sangat terbatas. Kami istirahat dan ketika kami istirahat, kami bisa beristirahat dengan baik. Kami diberi ruang kami," kata Jay B.
Baca Juga: Kontrak BLACKPINK Habis Tahun 2023 dan Dirumorkan Akan Bubar, Begini Tanggapan Lisa
Namun, masih ada masalah perbedaan kreatif. Menurut Jay B, JYP Entertainment membuat tawaran yang bagus untuk GOT7, tetapi saat itu dia dan para member ingin memiliki kontrol yang lebih kreatif atas proyek mereka untuk menciptakan hal-hal yang benar-benar mencerminkan warna asli mereka.
"Tawaran itu tidak buruk, tapi cara kami dan cara JYP, itu hanya berbeda. Cara mereka melihat promosi solo kami berbeda," ungkap Jay B.
"Saya mengerti karena JYP adalah perusahaan besar tetapi, bagi saya, saya menginginkan lebih banyak peran dalam pekerjaan saya. Saya tidak mencoba menjadi superstar, saya hanya ingin menjadi diri saya sendiri," lanjutnya.
Youngjae setuju dengan pernyataan Jay B, mengatakan tentang para member, “Semua orang di sini adalah karakter utama dari kehidupan dan cerita mereka sendiri.”
Baca Juga: Baru Debut Awal Tahun 2022, Grandline Group Resmi Umumkan Sitala Keluar dari H1-KEY
Meninggalkan JYP Entertainment akhirnya menjadi penting agar setiap member mampu bersinar dengan caranya sendiri, menurut Youngjae.
"Membernya (GOT7) adalah semua orang yang bisa bersinar lebih terang tetapi kami tidak memiliki kesempatan itu. Saat tampil sebagai solois, mereka melakukannya," terang Youngjae.
Tetapi semua ini tidak berarti mereka tidak setuju dengan manajemen grup JYP Entertainment.
Faktanya, Jay B mengatakan masih penting bahwa perusahaan menyediakan struktur yang stabil untuk visi kreatif seniman.
Baca Juga: Kim Woo Bin Dinyatakan Positif Covid-19, Drama 'Our Blues' Akan Tetap Tayang
"Cara saya melihatnya, tidak baik bagi seniman untuk hanya memikirkan aspek mereka sendiri. Perusahaan juga perlu memiliki pendapat mereka. Ini tentang menemukan jalan tengah dan itu bukan hal yang buruk. Itu lebih baik daripada membiarkan mereka tidak peduli dan membiarkan kita melakukan apapun yang kita mau. Kebebasan itu baik, tetapi struktur juga diperlukan," jelas Jay B.
Jadi, sementara para member GOT7 merasa bahwa JYP Entertainment pandai mengelola grup secara keseluruhan, pada akhirnya mereka merasa bahwa mereka masing-masing membutuhkan ruang untuk mengejar visi kreatif mereka sendiri.
Akhirnya, GOT7 memutuskan keluar dari agensi JYP Entertainment tetapi untungnya dapat memperoleh hak penuh atas grup tersebut, yang berarti bahwa mulai sekarang mereka akan dapat benar-benar menunjukkan warna asli mereka sendiri, baik sebagai solois maupun sebagai grup.***
Editor : inilahkoran


