Gedung Bekas Tempat Prostitusi di Dolly Surabaya Bakal Dijadikan SMP, Begini Reaksi Muhammadiyah
Terkait rencana pembangunan SMP di salah satu gedung bekas tempat prostitusi di Dolly Surabaya, begini reaksi PD Muhammadiyah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya bereaksi terkait keinginan warga untuk menjadikan salah satu gedung bekas tempat prostitusi di Dolly menjadi Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Ternyata, Ketua PD Muhammadiyah Kota Surabaya, Hamri Al Jauhari mendukung rencana warga menjadikan gedung bekas prostitusi di Dolly itu untuk menjadi ruang sekolah SMP.
"Menurut saya itu sangat bagus, sehingga gedung tersebut mempunyai nilai yang bermanfaat," kata Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya Hamri Al Jauhari di Surabaya, Selasa 31 Mei 2022.
Baca Juga: Ternyata, Ini Alasan RANS Cilegon FC Berubah Nama Jadi RANS Nusantara
Selain itu, lanjut dia, pemanfaatan gedung juga untuk kemaslahatan umat dan termasuk amal jariah yang pahalanya terus mengalir walaupun pemilik gedung tersebut telah wafat.
"Tapi juga tetap memperhatikan legalitas pemanfaatan gedung tersebut jangan sampai di belakang hari timbul masalah," ujar Hamri.
Hal sama sebelumnya juga diutarakan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya Ahmad Muhibbin Zuhri.
Secara prinsip, lanjut dia, pihaknya mendukung keinginan warga agar tersebut.
Baca Juga: Sepucuk Doa Ridwan Kamil untuk Emmeril Kahn Mumtadz
"Secara prinsip kalau itu menjadi kebutuhan masyarakat ya kami setuju saja, kami dukung," kata Muhibbin.
Meski demikian, Muhibbin menekankan agar Pemerintah Kota Surabaya perlu melakukan penataan ulang di kawasan bekas lokalisasi Dolly.
Penataan ulang tersebut, lanjut dia, dengan cara Pemkot Surabaya mengkaji ulang perencanaan pembangunan bekas lokalisasi Dolly yang sudah ada saat ini.
Sebelumnya, salah seorang warga Sawahan, Surabaya, Setyo Nugroho sempat menyampaikan permintaan tersebut kepada Ketua Fraksi Golkar DPRD Surabaya Arif Fathoni saat menghadiri kegiatan konsolidasi Pimpinan Kecamatan Partai Golkar Sawahan di Jalan Banyuurip Surabaya, Minggu 29 Mei 2022 lalu.
Baca Juga: Viral! Sungai Cimeta di KBB Mendadak Berwarna Merah
"Ini agar warga sekitar tidak terdampak kebijakan zonasi saat PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru)," kata Setyo.
Mendapati hal itu, Ketua Fraksi Golkar DPRD Surabaya Arif Fathoni mengatakan, pihaknya sudah menyuarakan perlunya kebijakan khusus bagi kelurahan yang tidak ada SMP Negeri, baik di Kelurahan Putat Jaya, Medokan Ayu maupun Benowo.
Hal itu dilakukan, kata dia, agar warga sekitar bisa tetap bersekolah di sekolah Negeri, tidak terkena dampak kebijakan zonasi. Dia berharap ada kebijakan khusus dari wali kota terkait dengan keinginan warga itu.***
Editor : inilahkoran


