Gedung Kolam Ikan Hias Ambruk Dihantam Angin Puting Beliung di Bogor, Ini Faktanya 

Kepala Desa Cimayang Pamijahan Muslihat Diana menuturkan, bangunan gedung kolam ikan hias arwana yang ambruk dihantam angin puting beliung itu belum memiliki izin prsetujuan bangunan gedung (PBG).

Gedung Kolam Ikan Hias Ambruk Dihantam Angin Puting Beliung di Bogor, Ini Faktanya 
Muslihat Diana mengaku tidak menyangka bangunan kolam ikan hias kokoh tersebut bisa ambruk rata dengan tanah. Apalagi, saat bencana angin puting beliung Senin sore atau malam kemarin ada dua orang korban yang meninggal dunia. (reza zurifwan)

INILAHKORAN, Bogor - Kepala Desa Cimayang Pamijahan Muslihat Diana menuturkan, bangunan gedung kolam ikan hias arwana yang ambruk dihantam angin puting beliung itu belum memiliki izin prsetujuan bangunan gedung (PBG).

Padahal, bangunan kolam ikan hias yang sebelumnya terlihat kokoh tersebut sudah dibangun sejak lima bulan lalu.

"Pemilik bangunan gedung kolam ikan hias arwana orang Jakarta, belum memiliki PBG atau IMB," tutur Muslihat Diana kepada wartawan, Rabu 4 September 2024.

Muslihat Diana mengaku tidak menyangka bangunan kolam ikan hias kokoh tersebut bisa ambruk rata dengan tanah. Apalagi, saat bencana angin puting beliung Senin sore atau malam kemarin ada dua orang korban yang meninggal dunia.

"Pemilik bangunan gedung kolam ikan hias arwana saat kejadian ada di tempat, bahkan ia yang meminta tolong agar warga membantu evakuasi dua orang pekerjanya yang meninggal dunia di tempat saat kejadian," sambungnya.

Ia menambahkan, empat orang kuli bangunan lainnya selamat akibat saat hujan deras yang disertai angin puting beliung sedang berada di luar gedung kolam ikan hias arwana.

"Empat orang ini hanya mengalami luka ringan, karena berada di bagian luar, hingga terhindar dari reruntuhan material tembok dan atap yang ambruk," tambahnya.

Muslihat Diana menjelaskan, pada Senin malam kemarin baik korban yang meninggal dunia maupun yang hanya mengalami luka ringan sudah pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. 


Editor : Doni Ramdhani