Gegara Diterjang Longsor, Warga di Kecamatan Cipatat KBB Ini Belum Bisa Beraktivitas 

Warga Kampung Cibangkonol RT 01/04, Desa Kertamukti, Kecamatan Cipatat, KBB yang sempat diterjang longsor hingga saat ini belum bisa beraktivitas.

Gegara Diterjang Longsor, Warga di Kecamatan Cipatat KBB Ini Belum Bisa Beraktivitas 
Akses jalan yang biasa dilalui masyarakat sekitar ambles lantaran diterjang tanah longsor yang terjadi di Cipatat KBB pada, Minggu 11 September 2022 malam. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Warga Kampung Cibangkonol RT 01/04, Desa Kertamukti, Kecamatan Cipatat, KBB yang sempat diterjang longsor hingga saat ini belum bisa beraktivitas.

Pasalnya, akses jalan yang biasa dilalui masyarakat sekitar ambles lantaran diterjang tanah longsor yang terjadi di Cipatat KBB pada, Minggu 11 September 2022 malam. 

Sekretaris Desa Kertamukti Heryana mengatakan, pihaknya saat ini masih berupaya melakukan penanganan darurat longsor bersama masyarakat setempat agar akses jalan di Cipatat KBB tersebut bisa digunakan sementara. 

"Sementara kita memasang karung penahan seadanya. Bahkan, sekarang juga masih mencari untuk antisipasi longsor lagi ketika hujan besar," katanya kepada wartawan, Selasa 13 September 2022.

Ia menjelaskan, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses jalan yang menghubungkan Desa Kertamukti dengan Desa Sumur Bandung, sekaligus akses yang jalan yang digunakan warga untuk berbagai aktivitas.

"Sementara tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat, bahkan roda dua pun sangat sulit karena rawan amblas. Tidak ada jalan lain kalau kendaraan," jelasnya. 

Ia menyebut, ada satu RT dengan puluhan kepala keluarga (KK) yang terdampak di lokasi bencana tersebut. Bahkan, satu keluarga terpaksa harus mengungsi karena rumah miliknya tertimnun longsor. 

"Berdampak ke satu Rt yang kurang lebih sekitar 40 KK memang terganggu, disitu ada penggilingan padi. Mau mengirim beras pun tadi diangkut," sebutnya.

Ia berharap, saat ini ada pengiriman peralatan logistik secepatnya agar jalan tersebut bisa sementara digunakan kembali. 

Menurutnya, diperlukan 500 karung, untuk membuat penahan darurat.

"Harapan warga dan Pemdes ada bronjong 30 buah dan batu sekitar 5 truk, kalau pakai karung darurat kan tidak begitu kuat. Takutnya diinjak mobil amblas lagi," harapnya.

Ia pun mengimbau, kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi bencana yang bisa datang secara tiba-tiba. 

"Ketika hujan agar selalu hati-hati, dan saat malam jangan tidur terlalu nyenyak ditakutkan longsor terjadi lagi. Karena longsor ini juga terjadinya pukul 23.00 WIB ketika tidur," pungkasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Doni Ramdhani