Gegara Faktor ini, Pedagang Hewan Kurban Keluhkan Turunnya Penjualan Jelang Hari Raya Iduladha 1446 H
Pedagang hewan kurban di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengeluhkan menurunnya penjualan jelang Iduladha 1446 Hijriah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah pedagang hewan kurban di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengeluhkan menurunnya penjualan jelang Iduladha 1446 Hijriah.
Padahal, di tahun-tahun sebelumnya pada H-3 sebelum Iduladha, penjualan hewan kurban domba kurban yang mereka jual sudah habis dipesan dan tinggal menyiapkan proses pengiriman.
Namun, kondisi berbeda dirasakan pedagang hewan kurban tahun ini. Salah satunya Atang (80) peternak dan penjual domba kurban di Desa Pakuhaji, Ngamprah, KBB.
Pria yang sudah dari tahun 80'an menjual hewan kurban ini mengaku, dombanya masih banyak yang belum terjual jelang Hari Raya Iduladha 1446 H.
"Tahun ini sulit, masih banyak yang belum terjual, mungkin karena faktor ekonomi lagi turun," kata Atang (80) saat ditemui, Selasa 3 Juni 2025.
Menurutnya, kondisi penjualan di tahun ini menurun drastis. Hal itu terlihat dari sejumlah pesanan hewan kurban baik pribadi, institusi, dan dari beberapa perusahaan yang berkurang.
"Kalau kondisi ramai pembeli, sebanyak 220 domba kurban yang dijualnya kerap sudah laku terjual jauh-jauh hari sebelum gema takbir Idul Adha berkumandang," tuturnya.
Namun, ungkap Atang, sekarang dirinya yang menyiapkan sebanyak 130 ekor domba untuk dijual, masih banyak yang belum laku. Harga domba kurban yang dijualnya bervariasi, antara Rp3 juta sampai Rp8,5 juta.
"Bukan karena banyak saingan penjual hewan kurban turun, tapi karena faktor ekonomi, seperti banyak pabrik yang tutup, pekerja tidak ada lemburan, PHK marak," ungkapnya.
Meski begitu, Atang masih berharap domba-dombanya bisa terjual dalam sisa beberapa hari ke depan. Bahkan, dirinya juga memastikan kesehatan domba kurban yang dijualnya karena selalu diperiksa oleh petugas dari pemerintah daerah.
Terpisah Plh Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan), KBB Lukmanul Hakim mengatakan, pihaknya telah membuat SK Tim Pemeriksa Kesehatan Hewan Kurban, baik pemeriksaan ante mortem (sebelum di sembelih) maupun pemeriksaan post mortem (setelah disembelih).
"Ada sebanyak 58 orang tim pemeriksa kesehatan hewan kurban, terdiri dari dokter hewan, paramedic veteriner,
penyuluh lapangan dan melibatkan mahasiswa kedokteran hewan Unpad," terangnya.
Selain itu pihaknya juga menyiapkan sarana dan prasarana pemeriksaan hewan kurban. Di antaranya pencetakan kalung tanda SEHAT sebanyak 10.000 pices, pencetakan stiker 'Sudah Diperiksa' sebanyak 200 lembar untuk dipasang di
lapak yang sudah diperiksa, dan pencetakan SKKH khusus untuk hewan kurban sebanyak 100 buku.
"Pemeriksaan hewan kurban (ante mortem) dilaksanakan sampai dengan H-1 pelaksanaan pemotongan hewan kurban. Sedangkan pemantauan pelaksanaan pemotongan hewan kurban dilaksanakan sampai hari tasrik (3 hari)," sebutnya.
Lebih lanjut dikatakannya, kepada masyarakat yang akan berkurban belilah ternak yang sehat, tidak cacat, cukup umur (sapi 2 tahun atau lebih, domba/kambing 1 tahun atau lebih) dan tidak kurus.
"Jika membeli ternak dari luar daerah, pastikan ternak sudah di vaksin PMK/LSD yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH)," tandasnya.***
Editor : JakaPermana

