Genjot Partisipasi Pemilih, Jemalih Kabupaten Cirebon Dikukuhkan

Organisasi yang fokus pada isu kepemiluan dan pendidikan pemilih semakin berkembang di Kabupaten Cirebon. Salah satunya adalah Jejaring Masyarakat Pemilih (Jemalih), yang kini resmi memiliki kepengurusan baru. 

Genjot Partisipasi Pemilih, Jemalih Kabupaten Cirebon Dikukuhkan
Jemalih yang awalnya terbentuk sebagai komunitas pada 18 November 2022 didirikan Masyhuri Abdul Wahid yang kini jabat anggota KPU Kabupaten Cirebon bersama sejumlah mantan penyelenggara pemilu lainnya. Organisasi ini bertujuan untuk mendorong peningkatan kesadaran demokrasi dan partisipasi masyarakat dalam pemilu serta pilkada. (maman suharman)

INILAHKORAN, Cirebon - Organisasi yang fokus pada isu kepemiluan dan pendidikan pemilih semakin berkembang di Kabupaten Cirebon. Salah satunya adalah Jejaring Masyarakat Pemilih (Jemalih), yang kini resmi memiliki kepengurusan baru. 

Jemalih yang awalnya terbentuk sebagai komunitas pada 18 November 2022 didirikan Masyhuri Abdul Wahid yang kini jabat anggota KPU Kabupaten Cirebon bersama sejumlah mantan penyelenggara pemilu lainnya. Organisasi ini bertujuan untuk mendorong peningkatan kesadaran demokrasi dan partisipasi masyarakat dalam pemilu serta pilkada. 

Saat ini sebanyak 45 anggota Jemalih secara musyawarah mufakat memilih  Didi Akhmadi sebagai ketua baru.  Selain Didi Akhmadi sebagai ketua, sejumlah figur turut didapuk dalam kepengurusan baru Jemalih. Mereka adalah Wakil Ketua Heru Santoso, Sekretaris Mohamad Balya, Wakil Sekretaris Nur Aida Fajriyanti, Bendahara Abdul Hadi, Wakil Bendahara Mustofa.

Sementara itu, Dewan Pembina Jemalih dipercayakan kepada Marzuki Rais yang sebelumnya menjabat Anggota KPU Kabupaten Cirebon periode 2014-2019.

Dalam sambutannya, Didi Akhmadi menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan kepengurusan baru Jemalih menghadapi tantangan besar, terutama dalam menemukan format organisasi yang tepat.

“Kami ingin menjadikan Jemalih sebagai organisasi yang benar-benar berkontribusi dalam pendidikan pemilih dan demokrasi. Saat ini, kami masih mencari format terbaik agar organisasi ini bisa berjalan efektif dan bermanfaat bagi masyarakat," ujar Didi, Jumat 28 Februari 2025.

Menurutnya, agenda terdekat Jemalih adalah merumuskan struktur organisasi secara lebih rinci serta menyusun program kerja. Salah satu fokus utama Jemalih adalah meningkatkan partisipasi pemilih di Kabupaten Cirebon, baik dalam Pemilu maupun Pilkada. Menurut Didi, berdasarkan data terakhir, angka partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2024 mengalami penurunan dan hanya mencapai 59,5%.

"Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua, bukan hanya bagi penyelenggara pemilu, tetapi juga bagi berbagai elemen masyarakat. Kami ingin berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemilu dan demokrasi," pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani