Geruduk Balai Kota, Ratusan Ojol di Kota Cirebon Tuntut Pencairan BLT
Para driver Ojol mendatangi Balai Kota Cirebon, untuk mempertanyakan kejelasan Bantuan Langsung Tunai (BLT) seperti yang pernah dijanjikan Pemkot Cirebon kepada mereka, tahun kemarin.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - Ratusan pengemudi Ojek Online (Ojol) di Kota Cirebon melakukan aksi unjuk rasa, Rabu 9 Agustus 2024.
Para driver Ojol mendatangi Balai Kota Cirebon, untuk mempertanyakan kejelasan Bantuan Langsung Tunai (BLT) seperti yang pernah dijanjikan Pemkot Cirebon kepada mereka, tahun kemarin.
Namun, mereka mengaku kecewa karena unjuk rasa di depan Balai Kota itu, gagal bertemu Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis. Lebih dari satu jam mereka berorasi, tak satupun perwakilan Pemkot Cirebon menemui mereka.
Tak ayal kesabaran para Ojol pun habis dan mereka langsung merangsek ke pintu gerbang masuk Balai Kota. Beruntung petugas dari Polres Cirebon Kota yang sebelumnya telah bersiaga bisa mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan.
Massa kemudian mundur untuk berpindah lokasi menuju gedung DPRD. Petugas yang dibantu unsur dari Dishub dan Satpol PP terus mengawal aksi pergerakan mereka.
Sementara itu, dalam orasinya para pendemo menyesalkan tidak adanya wali kota menemui mereka. Padahal mereka sangat berharap wali kota selaku kepala daerah bisa hadir dan memberi kepastian terkait BLT yang mereka tuntut.
"Dishub dan DPRD Pembohong. Mana janji dan tanggung jawab kalian," teriak mereka.
Namun akhirnya Sekda Kota Cirebon, Agus Mulyadi mendatangi para pengunjuk rasa. Dihadapan mereka, Sekda berjanji akan merealisasikan janji tersebut. Dalam waktu dekat pihaknya akan membentuk tim supaya bisa mengetahui validasi data secara akurat.
"Kenapa kami belum realisasi ya karena sampai sekarang kami belum memvalidasi berapa jumlah Ojol yang ada di Kota Cirebon. Secepatnya kami akan melakukan validasi data," aku Sekda.
Sayang, beberapa peserta aksi yang sempat ditemui mengaku pesimis dengan janji Sekda. Pasalnya, dari tahun kemarinpun janji tersebut harusnya sudah bisa dicairkan. Mereka akan bisa menerima BLT sebesar Rp. 450 ribu per empat bulan selama satu tahun.
"Kami pesimis Pemkot bisa merealisasikan janji mereka. Kita tidak tahu kemana uang BLT tahun kemarin yang katanya sudah dialokasikan buat kami," tukas mereka. (maman suharman)
Editor : Ahmad Sayuti

