Golkar Jabar Turut Soroti Kebijakan Gubernur Dedi Mulyadi Soal Pendidikan Militer Bagi Anak Nakal
Ketua DPD Golkar Jawa Barat TB Ace Hasan Syadzily turut menyoroti kebijakan Gubernur Dedi Mulyadi, yang akan menyertakan anak nakal untuk ikut pendidikan militer.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Ketua DPD Golkar Jawa Barat TB Ace Hasan Syadzily turut menyoroti kebijakan Gubernur Dedi Mulyadi, yang akan menyertakan anak nakal untuk ikut pendidikan militer.
Ace mengatakan, banyak cara yang sejatinya bisa dilakukan dalam membina anak yang masuk kategori nakal, tanpa harus memaksakannya mengikuti pendidikan militer bersama TNI-Polri.
Setiap anak kata Ace, memiliki tahap tumbuh kembang yang harus diikuti. Termasuk dalam menyiasati prilakunya supaya tidak terus melenceng dari norma dan etika.
"Saya kira, kita harus melakukan pembinaan terhadap anak tentu caranya harus lebih sesuai dengan tahap perkembangan anak," kata Ace usai Halal Bihalal Golkar Jabar di Kantor DPD Golkar Jabar, Jalan Maskumambang, Kota Bandung, Kamis 1 Mei 2025.
Dia melanjutkan, salah satu cara yang dapat dicoba untuk membina anak, adalah dengan menguatkan dan mendekatkan mereka dari sisi agama.
"Ada berbagai cara yang bisa dilakukan dalam rangka pembinaan anak. Misalkan, kalau saya Saya mungkin bisa berbeda dengan Kang Dedi. Saya mungkin minta anak itu dibina melalui pendidikan di pesantren atau pendidikan khusus terhadap mereka," kata dia.
Sebelumnya, Gubernur Dedi Mulyadi akan memulai pada Mei ini untuk melakukan pembinaan anak yang nakal ke pendidikan militer.
Dimana mereka akan ditempatkan di barak militer, lalu menjalani keseharian secara disiplin untuk pembinaan.
"Nanti anak-anak yang orang tuanya sudah tidak sanggup lagi untuk mendidik, nanti akan kita wajib militer-kan.Udah ada beberapa kabupaten/kota sudah siap," ujar Dedi di Kota Bandung, Senin 28 April 2025 lalu.
Anak yang suka tawuran di jalan nanti orangtuanya sebut Dedi, akan dipanggil. Apakah masih sanggup membinanya atau tidak.
"Nanti ada anak yang tawuran di jalan, kita akan bawa. Nanti saya panggil orang tuanya mau gimana? Sanggup masih mendidik atau kita sekolahkan di sekolah militer," ucapnya.
Anak badung ini lanjut dia, akan disekolahkan ke komplek tentara atau polisi selama 6-12 bulan, sampai dianggap prilakinya sudah berubah lebih baik.
"Ini bagaimana cara kita harus mulai cepat lagi? Tidak bisa lagi terus-terusan wacana. Dari dulu geng motor gak selesai-selesai. Harus tuntas," tegasnya.
Rencananya, program wajib militer bagi anak badung ini mulai efektif pada Mei ini. Beberapa kabupaten/kota kata dia sudah siap mengeksekusi.
"Sudah ada beberapa kabupaten yang sudah menyiapkan. Di Bandung, Pangdam III Siliwangi sudah menyiapkan barak-barak sudah disiapkan," kata dia.
Soal pendidikan mereka, Dedi menjelaskan bahwa status anak tetap di sekolah yang ada saat ini. Hanya saja mereka harus mengikuti kelas khusus.
"Sekolahnya tetap, mereka berafiliasi pada SMP mana, tapi kelasnya khusus," tandasnya.***
Editor : JakaPermana


