Gracias La Pulga

LIONEL Messi akhirnya benarbenar pergi dari Timnas Argentina meninggalkan catatan 208 laga dan 126 gol. Baginya, karier bersama Albiceleste adalah hal terindah.

Gracias La Pulga
Net

Oleh:Bsafaat

Gerimis tipis di Estadio Monumental, Buenos Aires, Rabu (7/10) pagi WIB seolah mewakili isi hati puluhan ribu pasang mata yang enggan kehilangan pahlawan mereka.

Seorang pria bertubuh mungil dengan nomor punggung 10 berdiri mematung. Lionel Messi, sang penyihir sepak bola, baru saja meniup peluit akhir dalam laga perpisahan emosionalnya bersama Timnas Argentina.

Selama lebih dari dua dekade, Messi adalah detak jantung sepak bola Argentina. Perjalanannya bersama Albiceleste tidaklah instan dan mulus.

Ia mengulurkan air mata kekalahan di beberapa final Copa America, sempat memutuskan pensiun karena frustrasi, hingga akhirnya menebus semua duka itu di Qatar.

Ketika ia akhirnya mengangkat trofi Piala Dunia, seluruh negeri menangis bersamanya.

Air mata itu kembali hadir menemani langkah kaki terakhir La Pulga di lapangan. Bukan karena kesedihan, melainkan rasa syukur yang teramat dalam.

Di tribun penonton, atmosfer terasa begitu magis sekaligus menyesakkan dada.

Seorang ayah tampak mendekap erat anak lakilakinya yang mengenakan jersi replika Messi. Sang ayah berbisik, “Ingatlah hari ini, Nak. Kamu pernah melihat Tuhan sepak bola bermain.” Di sudut lain, spanduk-spanduk raksasa bertuliskan “Gracias, Leo” (Terima kasih, Leo) membentang, dibawa oleh para penggemar yang rela merogoh tabungan terakhir mereka hanya untuk menjadi saksi hidup momen bersejarah ini.

Saat Messi berjalan perlahan mengelilingi lapangan untuk memberikan penghormatan terakhir, rekan-rekan setimnya membentuk guard of honour.

Beberapa pemain muda, yang tumbuh dengan poster Messi di dinding kamar mereka, tak mampu membendung air mata. Messi, yang biasanya tenang dan irit bicara, tampak berkacakaca.

Ia melambaikan tangan, meletakkan tangan di dadanya, dan membungkuk hormat kepada jutaan manusia yang telah mengeluelukannya.

Ketika ban kapten itu akhirnya dilepas untuk terakhir kali, ada ruang kosong yang ditinggalkannya di lapangan hijau.

Namun, warisan yang ia ukir dalam sanubari setiap orang Argentina akan abadi. Lionel Messi tidak hanya pergi sebagai seorang legenda sepak bola; ia pamit sebagai pahlawan yang menyatukan sebuah bangsa lewat keindahan permainannya.

Laga Argentina kontra Benin itu berakhir lebih indah lantaran La Pulga mencetak satu gol dan dua assist.

Dia mengaku sebenarnya ingin terus kembali membela Argentina karena begitu besarnya arti tim nasional bagi dirinya.

“Saya ingin terus datang kembali selamanya, karena bermain untuk tim nasional Argentina adalah hal terindah yang bisa terjadi kepada Anda. Yang paling indah,” kata Messi seperti dikutip ESPN.

Stadion Monumental menjadi tempat yang tepat untuk menutup perjalanan Messi bersama Argentina.

Di stadion tersebut, Messi mencetak gol internasional terbanyak sepanjang kariernya bersama Argentina, yakni 19 gol.

Monumental juga menjadi tempat Argentina kembali merayakan kesuksesan mereka setelah menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar.

Kenangan itulah yang kembali diingat Messi saat mengucapkan salam perpisahan. “Saya mengalami salah satu hari paling bahagia dalam karier saya di sini, hari ketika kami kembali untuk pertandingan pertama setelah Piala Dunia,” ujarnya.

“Saya tidak akan pernah melupakan apa yang saya saksikan hari itu; itu adalah hal terindah yang pernah terjadi kepada saya.” Pernyataan Messi tersebut membuat suasana Monumental semakin emosional. Air mata terlihat di wajah sejumlah penonton maupun rekanrekan setimnya yang berada di sekeliling sang kapten.

Namun, Messi kemudian mengakui bahwa perpisahan dengan tim nasional membawa perasaan yang berlawanan.

“Tak pelak lagi, sekarang saya menghadapi hari paling menyedihkan dalam karier saya: mengucapkan selamat tinggal kepada tim nasional,” lanjutnya.

“Selamat tinggal kepada kalian semua. Saya akan merindukan kalian; saya akan merindukan membela warna tim nasional, tetapi sekarang saya akan berada di sana bersama kalian, mendukung para pemain ini dan semua yang datang setelah mereka. Selalu, selalu bersatu.” (bsf)

LIONEL MESSI • Usia: 39 tahun • Tinggi: 170 cm • Posisi: RW • Negara: Argentina 

DAFTAR GELAR • Piala Dunia U-20 (2005) • Emas Olimpiade (2008) • Copa America (2021, 2024) • Finalissima (2022) • Piala Dunia (2022)


Editor : Inilahkoran