Groundbreaking TPPAS Legoknangka Berpotensi Molor Lagi

Proses groundbreaking TPPAS Legoknangka di Kabupaten Bandung yang rencananya dilaksanakan pada akhir Juli ini berpotensi molor lagi.

Groundbreaking TPPAS Legoknangka Berpotensi Molor Lagi
Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin menerangkan, adanya potensi groundbreaking TPPAS Legoknangka molor itu lantaran masih ada tahapan administrasi yang harus dirampungkan. (net)

INILAHKORAN, Bandung - Proses groundbreaking TPPAS Legoknangka di Kabupaten Bandung yang rencananya dilaksanakan pada akhir Juli ini berpotensi molor lagi.

Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin menerangkan, adanya potensi groundbreaking TPPAS Legoknangka molor itu lantaran masih ada tahapan administrasi yang harus dirampungkan.

"Belum tapi segera, akan disampaikan kapan (groundbreaking TPPAS Legoknangka). Akhir Juli? Lihat dulu ada beberapa. Setelah PKS ada lagi beberapa tahapan. Nanti di-update," ujar Bey Machmudin usai rapat paripurna di DPRD Jabar, Selasa 2 Juli 2024.

Seperti diketahui, pembangunan TPPAS Legoknangka memang harus disiapkan secara matang karena melibatkan anggaran yang sangat besar sekitar Rp4 triliun.

Dimana bersumber dari pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan berupa Viability Gap Fund (VGF) sebesar Rp1,3 triliun dan sisanya dari badan usaha perusahaan (BUP) yang mengelola TPPAS Legoknangka.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jabar Prima Mayaningtyas mengatakan TPPAS Legoknangka yang diproyeksikan untuk menampung sampah dari Bandung Raya plus Kabupaten Sumedang dan Garut, akan dijadikan PLTSa beremisi rendah.

Dia melanjutkan, TPPAS Legoknangka kelak dapat mengolah 1.858-2.131 ton perhari dan menghasilkan listrik mencapai 40 megawatt.

Diharapkan, pada 2029 mendatang TPPAS Legoknangka sudah dapat beroperasi, menggantikan TPPAS Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat yang telah penuh.

"Mudah-mudahan sebelum Sarimukti habis, (perluasan lahan Sarimukti) bisa digunakan sampai menunggu ini (TPPAS Legoknangka). Itu target kita," ucapnya.

TPPAS Legoknangka sendiri sejatinya telah diinisiasi sejak lama, tepatnya pada 2002 silam untuk mengurai masalah sampah Bandung Raya.


Editor : Doni Ramdhani