Groundbreaking TPPAS Legoknangka di Depan Mata, Jumat Ini Pemprov Jabar Lakukan MoU
Rencana groundbreaking TPPAS Legoknangka, Kabupaten Bandung sudah di depan mata. Pada Jumat 28 Juni 2024 lusa, Pemprov Jabar akan melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan stakeholders terkait.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Rencana groundbreaking TPPAS Legoknangka, Kabupaten Bandung sudah di depan mata. Pada Jumat 28 Juni 2024 lusa, Pemprov Jabar akan melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan stakeholders terkait.
Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin mengatakan, penandatanganan MoU atau nota kesepahaman ini menegaskan bahwa groundbreaking TPPAS Legoknangka sudah tidak ada masalah dan tinggal menunggu waktu untuk proses pelaksanaannya.
Sekaligus menegaskan PT Sumitomo selaku pemenang lelang itu tidak akan berubah lagi dan pembangunan TPPAS Legoknangka segera dieksekusi.
"Semuanya sudah bergulir. Ini bukti keseriusan kami untuk menyelesaikan masalah persampahan," ujar Bey Machmudin di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Rabu 26 Juni 2024.
Terkait jadwal groundbreaking TPPAS Legoknangka, Bey Machmudin menerangkan masih ada tahapan selanjutnya yang harus dirampungkan. Kendati demikian, dengan adanya MoU lusa, sudah memastikan pembangunannya tidak akan molor lagi seperti sebelumnya.
"Ada tahapan lagi, tapi sudah ada kemajuan signifikan," ucapnya.
Seperti diketahui, pembangunan TPPAS Legoknangka sudah beberapa kali tertunda. Padahal diharapkan pada 2028 ini dapat rampung, guna menyelesaikan masalah sampah di Bandung Raya serta Kabupaten Sumedang dan Garut.
Rencana groundbreaking pada Juni ini pun mundur, karena berdasarkan hasil kajian dari Kementerian Keuangan, ada beberapa prosedur administrasi yang kurang dan harus dirampungkan.
Rencananya, TPPAS Legoknangka yang mampu mengolah 2,3 ribu ton sampah perhari dapat menghasilkan listrik hingga 35 megawatt. Terlebih penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pertama antara pemenang tender, yakni PT Sumitomo selaku pengelola dan PLN telah terlaksana. Termasuk badan usaha pelaksana (BUP) juga telah terbentuk pada Januari 2024 silam.
Mengutip kajian dari situs Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, TPPAS Legoknangka memiliki lahan sekitar 90 hektare dengan kapasitas dua ribu ton perhari, dengan output listrik yang diharapkan 20-30 megawatt. Rencananya, TPPAS Legoknangka akan menggunakan teknologi thermal.
Pada penandatanganan MoU pada Jumat lusa, rencananya turut dihadiri oleh Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan Wakil Menteri Luar Negeri Jepang.
Editor : Doni Ramdhani

