Hanya Gegara Beda Zikir, Jadi Motif Pelaku Membacok Kiai Farid Ashr Wadaher
hanya lantaran beda faham soal zikiri atau wirid jadi motif pelaku membacok Kiai Farid Ashr Wadaher di Indramayu
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - SRN (33) pelaku tunggal pembacokan terhadap Kiai Farid Ashr Wadaher di Indramayu mengaku penyerangan yang dilakukannya, hanya karena berbeda paham soal wirid atau zikir.
"Tersangka memiliki paham yang berbeda (dengan Kiai Farid Ashr Wadaher). Sehingga tidak menyukai pelaksanaan wirid (zikir) tersebut," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo, di Mapolda Jabar, Kamis 10 Maret 2022.
Selain itu, adanya kegiatan wirid atau zikir yang dilakukan Kiai Farid Ashr Wadaher, juga mengundang serta mendatangkan banyak orang. Pelaku juga menjadikan alasan terganggu dengan aktivitas tersebut.
Baca Juga: KPU Kabupaten Bandung Barat Usulkan Anggara Rp103 Miliar untuk Pilkada Serentak 2024
"Dia merasa terganggu dengan adanya aktivitas dzikir yang mendatangkan banyak orang," katanya.
Ibrahim mengatakan, selama pemeriksaan terhadap pelaku, yang bersangkutan kooperatif. Tidak ada indikasi gangguan kejiwaan terhadap pelaku.
Pada kasus ini, polisi terapkan pasal 338 KUHPidana, dengan ancaman pidana paling singkat 5 tahun bui.
Diberitakan sebelumnya, seorang Kiai di pondok pesantren Indramayu menjadi korban pembacokan. Tak hanya satu orang, ada tiga orang lainnya termasuk istri dan santri yang jadi korban pembacokan.
Baca Juga: Puncak Omicron di Kota Bandung Sudah Terlewati Diklaim Pemkot
Kejadian itu, terjadi, di Desa Tegalmulya, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu pada Selasa (8/3/2022) malam sekitar pukul 21.30 WIB. (Cesar Yudistira)
Editor : inilahkoran


