Harga Cabai Melambung Jelang Ramadan 1445 H, Disperindag KBB Klaim Intervensi Melalui Subsidi Efektif
Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) jelang bulan suci Ramadan 1445 Hijriah ini tak hanya dikeluhkan pembeli.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) jelang bulan suci Ramadan 1445 Hijriah ini tak hanya dikeluhkan pembeli.
Pasalnya, para pedagang pun turut mengeluhkan kenaikan harga kepokmas menjelang Ramadan tersebut. Salah satunya seperti yang terjadi di Pasar Tradisional Tagog Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Para pedagang di salah satu pasar tradisional di KBB ini mengeluhkan melonjaknya harga cabai yang membuat penjualan mereka mengalami penurunan cukup signifikan menjelang Ramadan tahun ini.
"Kami terus melakukan monitoring perkembangan harga di sejumlah pasar tradisional di Bandung Barat, seperti pasar Batujajar, Lembang dan Tagog Padalarang," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) KBB Ricky Riyadi kepada wartawan.
Menurutnya, melambungnya harga cabai di KBB tentu menjadi perhatian pemerintah daerah. Bahkan, Pj Bupati Bandung Barat, Arsan Latif telah memerintahkan pihaknya agar terus memonitor perkembangan harganya.
"Namun, tidak hanya cabai juga kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) lainnya," ujarnya.
Saat ini, terang Ricky, fenomena melambungnya harga cabai bukan kali pertama terjadi. Sebab, beberapa bulan lalu harga cabai sempat mengalami kenaikan tinggi, namun berhasil ditekan hingga harganya terjangkau masyarakat.
"Ketika itu harga cabai mengalami lonjakan cukup tinggi. Pemda Bandung Barat mengambil sejumlah langkah strategis untuk menurunkan harga dan atas arahan pimpinan (Pj Bupati Bandung Barat) salah satunya melalui kebijakan subsidi cabai langsung ke pedagang," terangnya.
Adapun teknis yang dilakukan, sambung Ricky, dengan memberikan subsidi langsung kepada pada pedagang. Sehingga ketika pedagang menjual ke konsumen dengan harga yang sudah di bawah harga pasar.
"Misalkan dari harga cabai Rp 80 ribu per kilogram. Pedagang oleh Pemkab Bandung Barat diberikan subsidi Rp 10 ribu untuk perkilogramnya, maka ketika dijual ke pembeli harganya menjadi Rp 70 ribu dan tak lagi Rp 80 ribu," jelas Ricky.
Selain itu, pihaknya berupaya melakukan intervensi berupa subsidi kepada pedagang. Hal ini pun sangat efektif dalam menekan harga agar dapat terjangkau oleh masyarakat.
"Kalau untuk sekarang, Pemda Bandung Barat masih terus memantau perkembangan harga cabai," ucapnya.
"Jika harganya sudah tak mungkin dijangkau oleh masyarakat tentu kami akan mempertimbangkan untuk kembali melakukan subsidi kepada pedagang," sambungnya. (agus satia negara)
Editor : Doni Ramdhani

