Harga Plastik Melonjak, Setoran di Bank Samici Anjlok

Naiknya hargab plastik berimbas pada pengelaan sampah di Bank Samici terbukti dengan anjloknya setoran

Harga Plastik Melonjak, Setoran di Bank Samici Anjlok
Petugas pengelola sampah di Bank Samici tengah memilah sampah plastik, Kamis (23/4/2026). Pengelola Bang Samici akui adanya penurunan setoran sampah plastik imbas kondisi geopolitik Timur Tengah yang tengah memanas. Foto Agus Satia Negara

INILAHKORAN.ID – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah memberikan dampak berantai hingga ke tingkat lokal, termasuk mempengaruhi aktivitas pengelolaan sampah di Kota Cimahi.

Mulai dari lonjakan harga bahan baku plastik di pasaran membuat masyarakat cenderung lebih hemat dan menggunakan kembali barang plastik yang ada, sehingga volume sampah plastik yang disetorkan ke Bank sampah Induk Cimahi (Samici) mengalami penurunan signifikan selama tiga bulan berturut-turut.

Kendati demikian, fenomena ini justru dinilai membawa dampak positif bagi lingkungan meski secara teknis mengurangi arus sampah masuk ke pengelolaan.

Koordinator Bank Samici, Dewi Eriyanti mengakui adanya tren penurunan tersebut. Berdasarkan data internal, total setoran sampah plastik pada Januari 2026 tercatat sebanyak 27.517,9 kg, namun turun menjadi 23.050,6 kg di Februari, dan kembali turun menjadi 22.619,5 kg pada Maret 2026.

"Kondisi serupa juga terjadi pada sampah jenis kantong kresek, yang sebelumnya mencapai 959,5 kg, kini tersisa hanya sekitar 647,1 kg," sebut Dewi, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, kondisi ini diyakini kuat dipengaruhi oleh mahalnya harga plastik baru akibat konflik yang terjadi antara Amerika Serikat dan Iran.

"Penyetoran sampah plastik baik dari unit maupun masyarakat terus turun dari Januari sampai Maret 2026. Ini karena kenaikan harga plastik di pasaran membuat penggunaan berkurang," tuturnya.

"Masyarakat lebih memilih memakai ulang plastik bekas daripada membuangnya, jadi enggak sekali pakai," sambungnya.

Kendati berdampak pada penurunan jumlah tabungan sampah, Dewi menilai situasi ini justru baik untuk kelestarian alam.

"Bagus karena jadinya ada pengurangan sampah otomatis. Tumpukkan sampah berkurang dan beban lingkungan jadi lebih ringan," ucapnya.

Sampai saat ini, lanjut Dewi, Bank Samici yang berdiri sejak 2014 tercatat memiliki sekitar 2.500 nasabah, yang terdiri dari 800 unit kelompok dan sisanya individu.

Meski begitu, ia mengakui tidak semua nasabah aktif, sehingga rata-rata sampah anorganik yang dikelola saat ini berkisar 1,8 ton per hari.

"Jenis sampah yang diterima sangat beragam, mulai dari 29 jenis plastik, logam, kertas, kaca, hingga barang elektronik, yang semuanya memiliki nilai jual berbeda-beda, mulai dari Rp50 per kg untuk kaca, hingga Rp11.000 per kg untuk aluminium," paparnya.

Dewi juga menjelaskan perubahan sistem pelayanan yang kini lebih fleksibel. Ia menuturkan, dulu sistemnya tabungan penuh, saldo pernah ada yang sampai Rp17 juta.

"Tapi sekarang sistemnya langsung cair, jadi kalau hari ini nabung, dua hari kemudian uangnya sudah ditransfer ke nasabah," ujarnya.

Di tengah fluktuasi kondisi pasar tersebut, pihaknya tetap berkomitmen menjadi solusi masalah sampah di Cimahi dan mengurangi beban TPA Sarimukti.

Dewi memastikan, edukasi bakal terus digencarkan agar masyarakat semakin sadar bahwa memilah sampah sama dengan menambah nilai ekonomi.

"Kita akan sosialisasi lagi supaya memilah sampah. Karena kalau dipilah, sampah itu punya harga jual dan bisa dikirim ke kami," tandasnya. ***


Editor : Ahmad Sayuti