Hasil Evaluasi Kemenkes, Partisipasi Masyarakat Jabar di Program CKG Tertinggi Se-Indonesia
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat Vini Adiani Dewi tidak menyangka, dari hasil evaluasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), partisipasi masyarakat Jabar di program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tertinggi se-Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat Vini Adiani Dewi tidak menyangka, dari hasil evaluasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), partisipasi masyarakat Jabar di program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tertinggi se-indonesia.
Padahal implementasi program CKG di Jabar kata Vini, baru dimulai sejak 10 Februari 2025 lalu, namun antusiasme masyarakat sangat tinggi.
Tercatat, sekitar 24 ribu masyarakat Jabar sudah menikmati program CKG, dengan beberapa klasifikasi kelompok usia.
"Yang ke dua (tertinggi), Jateng. 23 ribu. Kita Alhamdulillah, partisipasi kita," ujar Vini di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu 19 Februari 2025.
Terkait kesiapan Puskesmas dalam melayani program CKG, dia mengaku masih menunggu pasokan ketersediaan barang medis habis pakai (BMHP) dan alat kesehatan, guna menunjang implementasi CKG di Jabar.
"Awal Maret katanya dari Kemenkes akan dipenuhi. Evaluasi ini memang diharapkan dijalankan terus, supaya target dengan diharapkan Kementerian Kesehatan 80 persen penduduk melakukan CKG," ucapnya.
Meski diakuinya tidak mudah, karena masih ada stigma ketakutan masyarakat bila memeriksakan kesehatannya.
"Ini mungkin yang harus kita ubah (pola), supaya pelaksanaan CKG ini bisa (maksimal)," kata dia.
Vini menerangkan, 24 ribu partisipasi masyarakat ini didapat dari 1.160 Puskesmas yang tersebar di 27 kabupaten/kota Jabar.
Dimana masyarakat mendapatkan sejumlah pemeriksaan, sesuai item di klasifikasi kelompok usia.
"Beda-beda (item pemeriksaan) karena ada perbedaan (dalam kelompok usia)," kata dia.
Dalam memastikan ketersediaan alat periksa kesehatan, Vini mengimbau kabupaten/kota untuk selalu memperbaharui data kebutuhan mereka di ASPAK (Aplikasi Sarana, Prasarana dan Alat Kesehatan) untuk memudahkan distribusi.
Supaya Puskesmas dapat melayani masyarakat dalam program CKG, dimana tiap harinya disediakan 30 slot.
"Maksimal 30 targetnya. Kemarin saya dapat laporan di Kota Bandung, Alhamdulillah lebih dari 10 (orang) yang datang," ucapnya.
Vini berharap, masyarakat Jabar dapat memaksimalkan program CKG ini, sehingga target pemerintah pusat dapat terealisasi.
"Jadi tolong dipromosikan terus ya (program CKG)," tutupnya.
Seperti diketahui, program CKG dapat dinikmati masyarakat berdasarkan ulang tahun mereka. Dimana mereka bisa mendaftar melalui aplikasi SATUSEHAT atau datang langsung ke Puskesmas terdekat dengan membawa identitas diri berupa KTP. ***
Editor : JakaPermana

