Hasil Studi BRIN: Gunung Batu di Garis Sesar Lembang Alami Peningkatan

Peneliti Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Mudrik Rahmawan Daryono terus memantau aktivitas di jalur Sesar Lembang.

Hasil Studi BRIN: Gunung Batu di Garis Sesar Lembang Alami Peningkatan
Peneliti Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Mudrik Rahmawan Daryono terus memantau aktivitas di jalur Sesar Lembang.

INILAHKORAN, Ngamprah - Peneliti Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Mudrik Rahmawan Daryono terus memantau aktivitas di jalur Sesar Lembang.

Salah satunya kawasan Gunung Batu di Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang lokasinya berada tepat di garis Patahan atau Sesar Lembang. Gunung Batu berada di Km 16 Sesar Lembang yang bentangannya mencapai 29 Km.  

Dari pelang yang terpasang di puncak Gunung Batu,  tertera keterangan bahwa Gunung Batu terbentuk akibat membekunya magma yang menerobos daratan (Intrusi) sekitar 510.000 tahun lalu atau bertepatan pada kala Pleistosen.

Material batuan yang ada di Gunung Batu adalah batuan beku berupa andesit porfir. Di area Gunung Batu, terlihat sejumlah alat berupa sensor yang dapat mendeteksi getaran gempa dari Sesar Lembang. Selain itu, pos pemantau gempa yang dibuat oleh Badan Geologi pun masih berdiri di puncak Gunung Batu.

Gunung Batu Lembang yang diketahui terbentuk setelah terjadinya letusan Gunung Sunda disebut mengalami peningkatan.

"Gunung Batu ini bagian dari Sesar Lembang, jadi naik ke atas, dulu ini satu level yang sama kemudian dia terangkat secara tektonik," kata Mudrik Rahmawan Daryono di Lembang, KBB.

Tinggi Gunung Batu itu, jelas Mudrik, mengalami peningkatan saat adanya aktivitas Sesar Lembang dengan magnitudo besar.

"Hasil studi kita itu sudah bergeser (naik) 120 sampai 450 meter dan yang paling jelas yang paling muda adalah 120 meter. Jadi dia bergerak sedikit demi sedikit hingga pada posisi bergeser 120 meter saat ini," ungkapnya.

Bahkan, sambung Mudrik, berdasarkan penelitian terakhir, Gunung Batu naik hingga 40 Cm yang diduga akibat aktivitas Sesar Lembang dengan Magnitudo 6,5-7.

"Jadi satu kali bergeser itu satu even gempa bumi, dia bergeser, bisa 1 meter bisa 40 Cm. Atau bergeser 2 meter," sebutnya. 

"Untuk angka pastinya kami tidak tahu, tapi dari hasil galian yang kita temukan ada pergeseran vertikal 40 Cm itu bisa jadi akibat gempa Magnitudo 6,7 sampai 7," tuturnya. ***


Editor : Bsafaat