Helaran Budaya Nusantara pada Hari Jadi Bogor (HJB) akan dijadikan agenda tahunan oleh Pemkab Bogor.

Karena Helaran budaya nusantara selain melestarikan identitas budaya nusantara, acara tersebut juga menyedot ribuan pengunjung, baik dari Kabupaten Bogor maupun dari Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi (Jabodetabek)

Helaran Budaya Nusantara pada Hari Jadi Bogor (HJB) akan dijadikan agenda tahunan oleh Pemkab Bogor.
Foto helaran budaya nusantara/Reza Zurifwan

INILAHKORAN, Bogor - helaran budaya nusantara pada Hari Jadi Bogor (HJB) akan dijadikan agenda tahunan oleh Pemkab Bogor.

Karena helaran budaya nusantara selain melestarikan identitas budaya nusantara, acara tersebut juga menyedot ribuan pengunjung, baik dari Kabupaten Bogor maupun dari Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi (Jabodetabek)

Bahkan peserta helaran budaya nnusantaa tidak hanya diikuti 40 Kecamatan, 37 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) maupun organisasi mitra pemerintah daerah seperti Kamar Daganf Industri (Kadin), Palang Merah Indonesia (PMI), tetapi juga dihadiri perwakilan kota maupun kabupaten lainnya di Jawa Barat, seperti Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Garut dan Kabupaten Ciamis.

"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memeriahkan helaran budaya tahun ini. Tidak hanya dari 40 kecamatan dan perangkat daerah, tapi juga dari Kota dan Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Ciamis, Indramayu, serta Kota Bogor. Ini bentuk nyata bahwa Kabupaten Bogor adalah milik kita bersama," ujar Bupati Bogor Rudy Susmanto kepada wartawan, Sabtu, 14 Juni 2025

Rudy Susmanto menuturkan bahwa keberagaman budaya nusantara yang ditampilkan peserta mencerminkan wajah Indonesia yang sesungguhnya. 

"Melihat wajah Bapak dan Ibu sekalian, saya melihat Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa Tengah, Papua. Inilah pusat kebangkitan budaya bangsa Indonesia yang ada di Kabupaten Bogor. Logo kita 'Kuta Udaya Wangsa' bermakna kota kebangkitan bangsa. Dan hari ini, semangat itu terasa nyata," tutur Rudy Susmanto.

Ayab tiga orang anak itu menekankan bahwa membangun Kabupaten Bogor tidak bisa dilakukan oleh satu orang, satu suku, atau satu golongan saja. 

"Kabupaten Bogor harus dibangun dalam semangat kebhinekaan, oleh orang-orang yang cinta dan peduli terhadap Bogor," ungkapnya.

Politisi Partai Gerindra tersebut menyampaikan rencana Pemkab Bogor menjadikan helaran budaya nusantara sebagai agenda tahunan

"Insya Allah, ini bukan sekadar perayaan, tapi bagian dari persiapan menyambut kebangkitan. Setelah ini, kita akan sambut Hari Kemerdekaan 17 Agustus dengan acara yang lebih besar dari HJB ke-543," katanya.

Wabup Bogor Jaro Ade menambahkan agar tidak mubazir, helaran budaya nusantara tidak menyajikan makanan seperti nasi tumpeng dan lainnya.

Para peserta yang rela dan ikhlas memberikan 'upeti', itu lebih ke hasil bumi ataupun potensi yang ada di wilayahnya.

"Hari ini, perwakilan kecamatan tidak diperbolehkan menyajikan nasi kebuli, nasi tumpen dan sejenisnya. Kalaupun ada yang memberikan itu bentuknya hasil bumi paea petani, termasuk juga tanaman hias yang disajikan oleh Kecamatan Tamansari,"  tambah Jaro Ade. (Reza Zurifwan)


Editor : Ahmad Sayuti