Helikopter untuk RSUD , Dedi Mulyadi Siapkan Skema Layanan Kesehatan Darurat Udara

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menggagas penyewaan helikopter khusus untuk mendukung operasional RSUD Jampang Kulon dan RSUD Pameungpeuk.

Helikopter untuk RSUD , Dedi Mulyadi Siapkan Skema Layanan Kesehatan  Darurat Udara
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi

INILAHKORAN.ID - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan langkah tak biasa untuk menjawab persoalan klasik layanan kesehatan di wilayah selatan. 

Selain menggelontorkan anggaran Rp49 miliar untuk penambahan ruang layanan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menggagas penyewaan helikopter khusus untuk mendukung operasional RSUD Jampang Kulon dan RSUD Pameungpeuk.

Langkah ini muncul setelah Direktur RSUD Jampang Kulon, Lusi Apriani, mengungkap kondisi rumah sakit yang kerap mengalami over kapasitas. Tekanan layanan di rumah sakit milik Pemprov Jabar itu dinilai perlu dijawab dengan penambahan fasilitas sekaligus terobosan sistem rujukan cepat.
Menanggapi kondisi tersebut, Dedi memastikan pembangunan fisik segera berjalan tahun ini.

"Tahun ini ada pembangunan, anggarannya Rp49 miliar untuk tambahan ruang layanan," kata Dedi dikutip dari akun media sosialnya, Minggu 22 Februari 2026.

Namun, persoalan di Jampang Kulon tak hanya soal ruang perawatan. Lusi juga mengeluhkan sulitnya mempertahankan tenaga medis, terutama dokter spesialis, yang enggan bertugas di wilayah dengan akses jauh dan medan sulit.

Fenomena dokter 'kabur' dari daerah terpencil menjadi tantangan serius pemerataan layanan kesehatan di Jawa Barat. Dedi pun merespons dengan pendekatan berbeda, yakni dengan layanan mobilitas udara.

"Atau perlu saya siapin heli? Ada helipad di situ enggak? Nanti saya mau kontrak sama heli, status kontraknya gubernur aja. Di mana heli itu nanti digunakan untuk dokter kunjungan. Itu termasuk untuk angkut pasien yang harus diangkut ke rumah sakit," ucapnya.

Skema yang disiapkan, Dinas kesehatan akan menyewa helikopter selama satu tahun dengan sistem on call. Armada tersebut disiapkan khusus untuk kebutuhan medis, baik mengantar dokter spesialis kunjungan maupun mengevakuasi pasien rujukan dari wilayah selatan yang memiliki cakupan luas dan akses sulit.

"Dinas kesehatan nanti sewa heli setahun, on call. Nanti Rumah Sakit Jampang Kulon, Rumah Sakit Pameungpeuk, dilengkapi helipad dan Pemprov akan menyewa heli," ujarnya.

Dedi menegaskan, kebijakan penyewaan helikopter ini bukan fasilitas pribadi kepala daerah. Melainkan murni untuk peningkatan layanan kesehatan.

"Bukan untuk kepentingan gubernur, keliling naik heli, tapi untuk kepentingan paramedis menggunakan heli sebagai sarana cepat menangani pasien dan agar dokter-dokter spesialis itu mau berkunjung ke sana," tutupnya. 


Editor : Ahmad Sayuti