Hore... Disparbud KBB Beri Dispensasi Wisata Lokal Bisa Buka, Ini Alasannya
Saat pendemi ini, Disparbud KBB memberikan dispensasi bagi destinasi wisata yang dikelola langsung masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memberikan dispensasi bagi destinasi wisata yang dikelola langsung masyarakat.
Pasalnya, dispensasi tersebut diberikan lantaran destinasi lokal hanya boleh dikunjungi oleh masyarakat sekitar yang berada di kawasan wisata tersebut.
Kepala Disparbud KBB Heri Partomo mengatakan, terkait dengan objek wisata yang dikelola oleh masyarakat, khususnya kelompok sadar wisata (Pokdarwis) maupun pemerintah desa, pihaknya memberikan dispensasi agar bisa beroperasi.
"Sebetulnya kebijakan dari pusat kan sudah jelas, bahwa beberapa objek wisata belum boleh dibuka. Tetapi mengingat objek wisata itu dikelola warga lokal, kita ingatkan kepada pengelola selama itu pengunjungnya masyarakat lokal, kita persilahkan saja," katanya, Minggu 19 September 2021.
Baca Juga: Meski Boleh Dibuka, Objek Wisata di KBB Masih Terkendala QR Code PeduliLindungi
Ia menilai, walau bagaimanapun perekonomian masyarakat harus tetap berjalan. Berbeda dengan destinasi wisata yang ada di Lembang di mana para pengunjungnya berasal dari luar kota.
"Kalau wisata lokal, pengunjungnya hanya masyarakat sekitar yang berbeda desa. Jadi kita masih bisa berikan dispensasi itu, boleh buka asal dengan prokes ketat," ujarnya.
Baca Juga: Tempat Wisata Dibuka, Kunjungan ke Lembang Masih Sepi, Sampai 100 Pengunjung Saja Susah
Ia berharap, hasil evaluasi dari pemerintah pusat terkait level PPKM semakin membaik. Pasalnya, jika melihat level dari KBB sendiri saja sudah ada di level2.
"Tapi karena melihat aglomerasi Bandung Raya kita harus bisa menyelesaikan dengan kabupaten/kota yang lain. Oleh karenanya posisinya di PPKM Level 3. Sebetulnya, kita sudah ada level 2," bebernya.
Bahkan, sambung dia, di salah satu surat kabar menyebut, di Jawa Barat hanya tinggal satu daerah yang berada di zona oranye.
Baca Juga: Enam Destinasi Wisata Jabar Jadi Percontohan CHSE, 306 Hotel Sudah Memenuhi Standar
"Yang lainnya sudah kuning. Jadi pada prinsipnya sudah bisa melakukan pembukaan beberapa objek wisata di Jabar," tandasnya. (agus satia negara).
Editor : inilahkoran


