Hujan Ekstrem Picu Bencana di Tasikmalaya

Hujan Ekstrem Picu Bencana di Tasikmalaya
BENCANA: Hujan yang mengguyur Kabupaten Tasikmalaya, memicu rentetan bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah.(INILAH/NUNUNG NUROHMAN)

INILAH, Tasikmalaya-  Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tasikmalaya pada 29–30 Oktober 2026 memicu serangkaian bencana hidrometeorologi.

Tanah longsor dan pohon tumbang terjadi di sejumlah kecamatan, menyebabkan kerusakan rumah warga, infrastruktur, hingga sempat melumpuhkan akses transportasi.

Ketua Forum Koordinasi (FK) Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, mengatakan rentetan bencana tersebut dipicu cuaca ekstrem yang berlangsung selama dua hari berturut-turut.

Menurut dia, masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan deras turun dalam durasi cukup lama.

"Jika terjadi hujan intensitas tinggi dalam waktu cukup lama, kami mengimbau masyarakat untuk segera mengevakuasi diri secara mandiri ke tempat yang lebih aman," ujar Jembar saat dikonfirmasi, Selasa (3/11).

Berdasarkan pendataan FK Tagana, dampak longsor tersebar di sejumlah wilayah. Di Kecamatan Culamega, material longsoran menutup badan jalan desa dan berdampak pada satu unit rumah toko (ruko). Sementara di Kecamatan Bojonggambir, longsor menimpa bahu jalan serta merusak dua rumah warga.

Salah satu kejadian dengan dampak cukup signifikan terjadi di Desa Cikuya, Kecamatan Culamega.

Longsoran tebing setinggi belasan meter menimbun ruas jalan desa sepanjang kurang lebih 100 meter di Kampung Sindangsari dan Kampung Jajaway. Akibatnya, akses jalan tersebut sempat terputus total.

Camat Culamega, Uu Saeful Uyun, menjelaskan longsor terjadi pada Jumat (30/10/2026) sekitar pukul 14.30 WIB, setelah wilayah tersebut diguyur hujan lebat dalam waktu cukup lama.

Proses penanganan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan pemerintah desa, pemerintah kecamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta armada truk pemadam kebakaran (Damkar). Material longsor berhasil dibersihkan sekitar dua jam kemudian.

"Alhamdulillah, berkat kerja sama pemerintah desa, kecamatan, bersama BPBD dan armada truk Damkar, pembersihan material longsor selesai pukul 16.30 sore sehingga jalan bisa kembali dilalui masyarakat," kata Uu.

Bencana serupa juga terjadi di Kecamatan Cineam. Dua rumah warga di Desa Rajadatu dilaporkan roboh akibat hujan deras. Adapun di Kecamatan Cigalontang, longsor menerjang lahan persawahan milik warga di Desa Tenjonagara.

Selain longsor, hujan deras disertai cuaca ekstrem juga menyebabkan pohon tumbang di Jalan Raya Salawu-Garut, tepatnya di Desa Tenjowaringin, Kecamatan Salawu. Pohon yang melintang di badan jalan sempat menghambat arus kendaraan dari kedua arah dan memicu kemacetan sebelum akhirnya berhasil dievakuasi.

Mengantisipasi potensi bencana susulan, pemerintah daerah bersama FK Tagana terus meningkatkan pemantauan serta koordinasi di sejumlah wilayah rawan bencana.

Warga yang bermukim di sekitar tebing dan kawasan rawan longsor diimbau tidak mengabaikan tanda-tanda pergerakan tanah. Jika hujan deras berlangsung dalam waktu lama, masyarakat diminta segera menjauh dari lokasi berisiko dan mengungsi ke tempat yang lebih aman. (nunung nurohman)


Editor : Inilahkoran