Hukum Menelan Ludah Saat Puasa, Buya Yahya: Tak Batal Asal Penuhi 3 Syarat Ini

Bagaimana hukum menelan ludah saat puasa? Berikut ini penjelasan Buya Yahya terkait tiga syarat yang harus dipahami:

Hukum Menelan Ludah Saat Puasa, Buya Yahya: Tak Batal Asal Penuhi 3 Syarat Ini
Buya Yahya memberi penjelasan hukum menelan ludah saat puasa.

INILAHKORAN, Bandung- Banyak yang bertanya-tanya tentang hukum menelan ludah saat puasa. Buya Yahya memberi penjelasannya secara terperinci.

Menurut Buya Yahya, hukum menelan ludah saat puasa diperbolehkan asalkan penuhi 3 syarat khusus.

Dijelaskan Buya Yahya dalam kanal Youtube Al-Bahjah TV, menelan ludah saat puasa tidak akan berujung batal dengan 3 syarat berikut ini:

Baca Juga: DPRD Kota Bandung Syukuri Realisasi Target Pendapatan Dinas Pekerjaan Umum di 2021

1. Ludah sendiri

Maksudnya ludah sendiri yang tidak bercampur dengan ludah orang lain. Buya Yahya mencontohkan dengan ciuman pasangan suami istri yang terkena lidahnya.

“Cium saja tidak batal, yang batal adalah jika bertukar lidah,” jelas Buya Yahya.

Baca Juga: Spoiler Ikatan Cinta Senin 7 Februari 2022: Aladin Bakal Jadi Nama untuk Bayi Al dan Andin?

2. Ludah yang masih ada di mulut

Ludah yang berasal dari mulut sendiri, artinya tidak sengaja dikeluarkan lalu diminum lagi untuk menghilangkan rasa haus.

“Kamu kumpulkan ludah dalam gelas lalu kamu minum lagi, itu batal puasa Ramadhan-nya,” lanjutnya.

Baca Juga: Ternyata, Pria Pelaku Penusukan Guru di Bandung Adalah Mantan Suaminya, Pernikahan Jadi Pemicu

3. Ludah yang belum tercampur

Mencoba makanan saat berpuasa tidak batal asalkan tidak ditelan. Jadi ludah yang sudah tercampur dengan bahan makanan atau minuman apabila ditelan itu membatalkan puasa.

“Ibu-ibu kalo masak suka menicicipi makanan itu boleh, asal setelahnya jangan ditelan,” lanjutnya lagi.

Baca Juga: Ini Cara Perbaiki Hubungan dengan Sesama Makhluk, Ustadz Hanan Attaki: Allah yang Membolak-balikan Hati!

Jadi intinya memasukkan sesuatu melalui rongga mulut itu tidak membatalkan puasa asalkan tidak ditelan.

Ludah pun bisa ditelan dan tidak membatalkan puasa asalkan ludah sendiri dan tidak tercampur rasa apapun.***(Lia Kamilah)

 


Editor : inilahkoran