HULL CITY VS MAN UNITED: Meniti Mimpi
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
PARA fans Manchester United seperti selalu ingin mempercepat waktu. Bagi mereka, detik jarum jam seperti berhenti pada tahun 2013. Satu dekade lebih, hanya tentang cerita kecewa.
Anak-anak kecil yang dulu bersorak merayakan gol terakhir Sir Alex Ferguson kini telah tumbuh dewasa. Mereka menemani hari-hari tua kakek dan ayah mereka dengan satu kalimat tanya yang sama: Kapan kita juara lagi? Musim ini, di balik kendali penuh Michael Carrick, Tim Setan Merah kembali meniti mimpi. Mereka sudah begitu mendambakan gelar yang lama lepas dari genggaman.
Carrick telah memberi kesan sempurna. Awalnya didapuk sebagai manajer interim, dia mampu membawa MU finis ketiga di Liga Inggris sekaligus kembali lolos ke Liga Champions.
Fakta itulah, yang membuat bek senior Harry Maguire yakin The Red Devils musim ini punya potensi bersaing di jalur perburuan gelar juara.
“Ini bukan soal saya, tapi di titik ini dalam karier saya, saya ingin jadi bagian dari tim yang sukses dan tim yang juara. Itu harus jadi target semua pemain musim ini, kami ingin kompetitif sampai akhir musim di setiap kompetisi,” ujar Maguire kepada Sky Sports.
MU akan mengawali langkah mereka dengan bertamu ke markas Hull City, MKM Stadium, Kingston Upon Hull, Sabtu (22/8). Bagi Carrick, pertandingan ini membuka kembali ingatan tentang sebuah kejayaan lama.
Carrick adalah bagian dari skuad legendaris United yang memenangkan drama tujuh gol (4-3) melawan Hull pada tahun 2008. Sekarang, di bawah arsitektur taktiknya, United datang dengan seragam ketiga bernuansa ivory baru mereka—sebuah simbol yang terinspirasi dari kultur anak muda dan institusi kreatif Greater Manchester.
Carrick membawa misi menjaga rekor impresif United yang tak pernah kalah dari tim promosi di laga pembuka Premier League.
Carrick optimistis MU bakal dalam kondisi siap tempur lantaran beberapa penggawa yang sempat absen sudah dipastikan pulih.
Dia memastikan, seluruh elemen tim bakal bekerja keras di sesi latihan demi menampilkan performa maksimal di laga nanti.
“Namun yang jelas kami akan bekerja keras sepanjang pekan depan agar tampil lebih baik lagi. Kami akan memiliki seluruh pemain kami di Carrington nanti dan kami tidak sabar untuk memulai musim baru,” pungkasnya.
Di kubu Hull City, ingatan tahun 2017 adalah luka lama saat mereka harus rela terdegradasi dari kasta tertinggi.
Sembilan tahun bertarung di kerasnya Championship, merajut mimpi di tengah keterbatasan, akhirnya lunas berkat gol dramatis menit ke-95 dari Oli McBurnie di Wembley Mei lalu.
Kini, sang manajer, Sergej Jakirovic, memikul harapan ribuan buruh pelabuhan dan warga kota Hull. Melangkah ke pinggir lapangan MKM Stadium, ia juga mengukir sejarah personal sebagai orang Bosnia pertama yang menjadi manajer di Premier League.
Menghadapi badai cedera yang menimpa sembilan pemain utamanya, Jakirovic tidak membawa rasa takut; ia membawa kebanggaan sebuah kota yang menolak untuk dilupakan.
Hull melakukan perubahan besar pada skuadnya. Sejauh ini 11 pemain, Jack Butland, Hidemasa Morita, Matt Targett, Óscar Zambrano, Jens Hjertø-Dahl, Elliot Stroud, Konstantinos Tzolakis, Lucas Herrington, Joe Gelhardt, Lucas Gourna-Douath, dan pembelian termahal klub, bek tengah Nobel Mendy, yang didatangkan dari Rayo Vallecano dengan nilai sedikit di atas £20 juta, telah bergabung.
(bsf)
Editor : Inilahkoran

